Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 04:28 WIB

Langit Kalsel: Dari Awan Pelangi hingga Kabut Asap, Menguak Fenomena Langit Borneo Selatan

Author

Gunung Halau-halau di ketinggian 1.901 MDPL (Youtube/Canro Sinarmata)

Langit Kalimantan Selatan (Kalsel) menyajikan galeri fenomena alam yang memesona sekaligus mengkhawatirkan. Setiap tahun, penduduknya menyaksikan parade keindahan awan berwarna-warni, hujan meteor, hingga menghadapi kabut asap tebal yang mengancam kesehatan. Setiap fenomena memiliki cerita ilmiahnya sendiri, mencerminkan dinamika atmosfer dan aktivitas manusia di bumi Borneo yang unik.

Awan Iridesen: Pelangi yang Menari di Awan

Pernah melihat awan berkilau seperti permata? Itulah awan iridesen atau iridescent cloud, fenomena optik yang terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan tetesan air atau kristal es berukuran seragam dalam awan tipis. Fenomena ini menghasilkan pola warna-warni menyerupai pelangi pada tepi awan. Baru-baru ini, Stasiun Meteorologi Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin mengunggah dokumentasi fenomena langka ini yang berhasil diamati di wilayah Kalsel .

Fenomena ini biasanya terjadi saat matahari berada dekat cakrawala dan awan tinggi tipis seperti cirrus atau altocumulus hadir di langit. Warna-warni ini terbentuk melalui proses difraksi cahaya, di mana cahaya matahari dibelokkan oleh partikel awan yang berukuran hampir identik. Kejadian ini menandakan kondisi atmosfer yang tidak stabil namun menghasilkan keindahan visual yang memukau.

Baca juga: Kabut Asap Kembali Menghantui Langit Kalimantan Selatan di Tahun 2025

Kabut Asap: Tantangan Tahunan yang Menghantui

Berbeda dengan keindahan awan iridesen, kabut asap (haze) merupakan fenomena langit yang paling meresahkan di Kalsel. Penyebab utamanya adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperparah oleh kondisi meteorologis seperti inversi suhu dan angin lemah. Kabut asap ini dominan terjadi pada puncak musim kemarau (Agustus-Oktober), dengan pola yang dapat bergeser akibat pengaruh El Niño.

Dampaknya serius: penurunan kualitas udara (PM2.5), gangguan visibilitas bagi penerbangan dan pengamatan astronomi, hingga potensi gangguan pernapasan bagi masyarakat. Peringatan dini dari BNPB dan instansi terkait rutin dikeluarkan untuk mengantisipasi dampak buruknya setiap tahunnya.

Badai Petir: Energi Atmosfer Tropis yang Menderu

Sebagai wilayah tropis, Kalsel mengalami konveksi udara yang kuat akibat pemanasan matahari dan kelembapan tinggi. Kombinasi ini memicu pembentukan awan cumulonimbus yang menghasilkan badai petir dan kilat. Kajian internasional oleh NOAA dan American Meteorological Society menempatkan kawasan Asia Tenggara termasuk Kalimantan sebagai wilayah dengan aktivitas kilat signifikan secara global, terutama pada masa transisi musim.

Baca juga: PLN Klarifikasi Pemadaman Listrik di Aceh, Ini Penyebabnya

Bahaya sambaran petir mengancam keselamatan, terutama bagi pekerja lapangan dan nelayan. Sistem peringatan dini BMKG menjadi crucial untuk mitigasi risiko ini.

Hujan Meteor dan Bola Api: Tarian Kosmik di Atas Kalsel

Ketika langit cerah dan bebas polusi cahaya (dan asap), langit malam Kalsel dapat menyuguhkan hujan meteor tahunan seperti Perseids (puncak Agustus) dan Geminids (puncak Desember). Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi puing-puing debu komet atau asteroid yang terbakar di atmosfer.

Terkadang, fireball atau bola api (meteor sangat terang) juga dilaporkan melintas. Pengamatan optimal memerlukan lokasi gelap dan timing yang tepat – seringkali terkendala oleh kondisi cuaca dan kabut asap.

Lintasan Satelit dan ISS: Jejak Teknologi di Langit Malam

Titik cahaya bergerak yang melintas linear di langit malam mungkin adalah satelit atau Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Fenomena buatan manusia ini dapat diprediksi jadwal kemunculannya melalui aplikasi seperti Heavens-Above atau Time and Date. Satelit Starlink yang berbaris seperti kereta api cahaya juga semakin sering dilaporkan.

Baca juga: Atasi Maraknya Balap Liar, Bontang Siap Bangun Sirkuit Balap Permanen

Cara Mengamati dan Melaporkan Fenomena Langit

Bagi yang ingin mengamati atau melaporkan fenomena langit di Kalsel:

  • Untuk fenomena optik dan meteor: Cari lokasi gelap, jauh dari polusi cahaya kota. Gunakan aplikasi pemantau langit.
  • Dokumentasi: Catat tanggal, jam, arah pandang, dan kondisi cuaca.
  • Laporkan: Kirim dokumentasi ke akun resmi BMKG setempat atau komunitas astronomi untuk fenomena seperti fireball atau awan unik.
  • Pantau peringatan: Selalu ikuti update kualitas udara (BMKG, BNPB) dan peringatan cuaca (BMKG) untuk keselamatan.

Langit Kalsel adalah panggung pertunjukan yang dinamis. Di satu sisi, ia memamerkan keindahan alam melalui awan iridesen dan hujan meteor. Di sisi lain, ia mengingatkan pada dampak aktivitas manusia melalui kabut asap dan kompleksitas cuaca tropisnya melalui badai petir. 

Baca juga: Tren Tanaman Hias di Kalimantan Selatan: Ibu-Ibu Memadukan Estetika, Praktis, dan Nilai Budaya

Memahami penyebab dan pola fenomena-fenomena ini bukan hanya soal kekaguman, tetapi juga untuk kewaspadaan dan upaya pelestarian lingkungan yang lebih baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BNBP, BMKG, NOAA, American Meteorological Society

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU