Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 17:20 WIB

Menjelajahi Masjid Keramat Pelajau: Saksi Bisu Sejarah Islam Tertua di Kalimantan Selatan

Menjelajahi Masjid Keramat Pelajau: Saksi Bisu Sejarah Islam Tertua di Kalimantan SelatanMenjelajahi Masjid Keramat Pelajau: Saksi Bisu Sejarah Islam Tertua di Kalimantan Selatan (https://smart.kalselprov.go.id/)

Kalimantan Selatan menyimpan kekayaan sejarah Islam yang begitu memikat, salah satunya tercermin kuat lewat keberadaan Masjid Keramat Pelajau. Berdiri megah di Desa Palajau, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), masjid ini bukan sekadar tempat ibadah biasa. Bangunan ini merupakan salah satu masjid tertua sekaligus situs cagar budaya yang menjadi bukti historis awal mula runtuhnya hegemoni kerajaan Hindu-Buddha dan bangkitnya peradaban Islam di tanah Banjar.

Simbol Fajar Islam di Tanah Banjar
Perjalanan Islam di Nusantara tidak bisa dilepaskan dari peran masjid-masjid kuno sebagai pusat dakwah. Masjid Keramat Pelajau memegang peran krusial tersebut di kawasan Hulu Sungai. Menurut penuturan sejarah lokal, penamaan "Pelajau" sendiri sangat lekat dengan pohon Pelajau (sejenis pohon buah langka) yang dahulu banyak tumbuh di sekitar area tersebut, tempat para ulama dan masyarakat berkumpul.

Keberadaan masjid ini menandai fase transisi spiritual masyarakat Banjar. Dari yang semula menganut kepercayaan lama, perlahan-lahan beralih memeluk Islam dengan sukarela. Pendirian masjid ini menjadi tonggak penting bahwa Islam telah masuk jauh ke pedalaman Kalimantan, membawa perubahan besar pada tatanan sosial, budaya, dan hukum masyarakat setempat.

Hubungan Historis yang Erat dengan Kerajaan Demak
Salah satu fakta paling menarik dari Masjid Keramat Pelajau adalah keterikatan sejarahnya yang kuat dengan Kesultanan Demak di Pulau Jawa. Hubungan ini bermula dari pergolakan politik di Kerajaan Negara Daha. Pangeran Samudera, yang kelak bergelar Sultan Suriansyah, meminta bantuan militer kepada Kerajaan Demak untuk mempertahankan takhtanya.

Demak menyetujui permintaan tersebut dengan syarat Pangeran Samudera dan rakyatnya memeluk agama Islam. Bersama pasukan militer, Demak juga mengirimkan para ulama dan khatib handal, termasuk Khatib Dayan, untuk menyebarkan syiar Islam di Kalimantan. Para utusan dari Jawa inilah yang diyakini ikut menginisiasi dan membantu pembangunan tempat-tempat ibadah di wilayah strategis, termasuk struktur awal dari Masjid Keramat Pelajau. Pengaruh arsitektur Jawa pun sempat memengaruhi corak awal bangunan ini sebelum mengalami beberapa kali renovasi.

Menjaga Warisan sebagai Situs Cagar Budaya
Kini, Pemerintah menetapkan Masjid Keramat Pelajau sebagai situs cagar budaya yang dilindungi. Meski telah mengalami beberapa kali pemugaran demi menjaga kekokohan bangunan dari pelapukan usia, nilai-nilai sakral dan beberapa tiang utama (soko guru) asli tetap dipertahankan dengan baik.

Setiap sudut masjid ini memancarkan aura kedamaian dan spiritualitas yang kental. Kompleks masjid juga kerap menjadi tujuan utama wisata religi bagi peziarah yang datang dari berbagai penjuru Kalimantan, terutama pada hari-hari besar Islam atau saat pelaksanaan tradisi adat banjar.

Menjaga kelestarian Masjid Keramat Pelajau sama artinya dengan merawat memori kolektif bangsa tentang bagaimana Islam disebarkan dengan cara damai, akulturatif, dan penuh kebijaksanaan di Nusantara. Bagi Anda pecinta sejarah dan wisata religi, mengunjungi masjid ini akan memberikan pengalaman spiritual sekaligus wawasan mendalam mengenai megahnya peradaban Islam di masa lampau.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://smart.kalselprov.go.id/

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menjelajahi Masjid Keramat Pelajau: Saksi Bisu Sejarah Islam Tertua di Kalimantan Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!