Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 08:40 WIB

Ekonomi Kalsel 2025: Ketangguhan di Tengah Tantangan Global

Author

Fintech Digital Marketing Agency (Pinterest/Maku Seun)

KALSEL - Di tengah bayangan ketidakpastian global yang masih membayangi, perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) justru menunjukkan ketangguhan yang patut diacungi jempol. Pada triwulan pertama tahun 2025, ekonomi Kalsel tumbuh sebesar 4,81% (year-on-year), melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya yang tumbuh 5,15% pada triwulan IV-2024 . Pertumbuhan ini bahkan melampaui rata-rata nasional, menunjukkan resiliensi ekonomi lokal dalam menghadapi dinamika eksternal.

Konsumsi Rumah Tangga dan Sektor Pertambangan Jadi Penopang Utama

Pertumbuhan ekonomi Kalsel masih sangat ditopang oleh sektor pertambangan, dengan kontribusi mencapai 28,33% terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor ini tidak hanya menjadi penyumbang terbesar, tetapi juga penopang ekspor dan penyerapan tenaga kerja.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar dalam struktur PDRB Kalsel, dengan kontribusi sebesar 48,55%. Tingginya peran konsumsi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif terjaga serta optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Baca juga: Presiden Prabowo Akan 'Bersih-bersih' BUMN Bila Tak Berbenah Serta Optimis dengan Danantara

Inflasi Terkendali, Neraca Perdagangan Surplus

Bank Indonesia mencatat inflasi daerah yang relatif terkendali dan berada pada kisaran sasaran nasional, yaitu sekitar 2,5% ±1% . Pada Januari 2025, inflasi Kalsel tercatat sebesar 0,62% (yoy), lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 0,76% . Hal ini turut mendukung daya beli masyarakat yang tetap stabil.

Neraca perdagangan Kalsel juga masih surplus, meskipun mengalami penurunan. Pada Mei 2025, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$794,49 juta . Surplus ini didukung oleh ekspor komoditas andalan seperti batubara, meskipun sempat mengalami kontraksi tipis akibat turunnya volume ekspor.

Peran Aktif Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah

Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada kebijakan moneter, tetapi juga aktif mendorong penguatan transaksi pembayaran, perdagangan, investasi, dan pariwisata. Kepala Perwakilan BI Kalsel, Fadjar Majardi, menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga: Pemeran 'Rangga & Cinta' Terpilih Karena Bisa Bernyanyi, Dituntut Nyanyi Live di Lokasi Syuting

Salah satu wujud nyatanya adalah penyelenggaraan Pamor Borneo 2025 dan Investment and Trade Expo pada Oktober 2025, yang bertujuan mempromosikan potensi investasi dan perdagangan dari Kalsel dan wilayah Kalimantan secara luas.

Di sisi fiskal, APBN tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah. Realisasi belanja negara di Kalsel terjaga dengan dukungan fiskal mencapai Rp8,54 triliun atau 22,57% dari total pagu anggaran . Dana ini digunakan untuk program prioritas seperti pembangunan infrastruktur, layanan dasar, dan dukungan sosial.

Tantangan dan Peluang Ke Depan

Meskipun menunjukkan performa yang positif, ekonomi Kalsel masih menghadapi sejumlah tantangan. Kontraksi pada realisasi pendapatan perpajakan dan penurunan surplus neraca perdagangan menjadi perhatian serius.

Selain itu, ketergantungan pada sektor pertambangan juga membuat ekonomi daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Baca juga: Dinamika Dunia Kerja di Kalimantan Selatan: Antara Komoditas dan Transformasi SDM

Namun, peluang transformasi ekonomi tetap terbuka lebar. Hilirisasi SDA, pengembangan pariwisata, dan investasi infrastruktur menjadi kunci untuk memperluas basis ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Digitalisasi ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan QRIS juga membuka peluang baru bagi UMKM untuk berkembang dan go digital .

Ekonomi Kalsel di tahun 2025 menunjukkan ketangguhan dan optimisme yang patut diapresiasi. Dengan konsumsi rumah tangga yang kuat, inflasi yang terkendali, dan komitmen bersama dari BI, pemerintah daerah, serta OJK, Kalsel memiliki pondasi yang kokoh untuk menghadapi tantangan global. 

Ke depan, diversifikasi ekonomi dan penguatan sektor non-komoditas akan menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kalsel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel, Antara News, Bank Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU