E-Commerce di Kalsel: Shopee & Tokopedia Rajai Pasar, Platform Lokal Tumbuh Membangun Identitas
KALSEL – Di jantung Kalimantan Selatan, geliat ekonomi digital terus menguat. Para pelaku usaha lokal (UMKM) kini ramai-ramai membuka lapak online. Namun, di tengah lautan aplikasi, platform manakah yang menjadi rumah bagi paling banyak toko online asal Kalsel? Jawabannya tidak sederhana, karena tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya: kuantitas absolut atau fokus lokal.
Berdasarkan riset lapangan dan digital, fakta menunjukkan bahwa marketplace nasional, khususnya Shopee dan Tokopedia, menjadi pilihan utama bagi mayoritas penjual Kalsel. Dominasi ini bukan tanpa alasan. Jangkauan pemasaran yang luas, infrastruktur logistik dan pembayaran yang terintegrasi, serta berbagai program edukasi dan insentif untuk UMKM menjadi daya tarik utama.
Skala nasional mereka yang mencakup jutaan penjual secara otomatis menampung jumlah pelapak dari Kalsel yang paling besar. Banyak UMKM di Banjarmasin, Banjarbaru, dan kabupaten lainnya memanfaatkan platform ini untuk mendapatkan eksposur dan transaksi yang lebih cepat.
Baca juga: Bayar QRIS ShopeePay, Nikmati Kopi, Donat & Mie Ayam Serba Rp1.000 di Merchant Pilihan
Namun, cerita tidak berhenti di sana. Gelombang kedua e-commerce Kalsel dimotori oleh platform-platform lokal dan regional yang memiliki nilai tambah berbeda. Aplikasi seperti Warung Banua yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalsel, NiagaBorneo dari Dinas Perdagangan, serta inisiatif komunitas seperti Jagalaba dan startup Alivio Mart mulai menunjukkan taringnya.
Keunggulan mereka terletak pada kurasi produk "asli Banua", biaya komisi yang lebih rendah, dan dukungan penuh dari kebijakan daerah. Platform-platform ini fokus membangun ekosistem yang mendukung produk lokal Kalsel secara khusus.
Jadi, mana yang memiliki toko lokal terbanyak? Secara angka absolut, jawabannya adalah Shopee dan Tokopedia. Namun, jika yang dicari adalah peta toko online yang secara khusus menjual produk khas Kalsel dengan dukungan ekosistem lokal, maka platform seperti Warung Banua dan NiagaBorneo adalah jawabannya.
Baca juga: TikTok Resmi Jadi Pemegang Saham Utama Tokopedia usai Akuisisi Saham 75 Persen
Keduanya berjalan beriringan; marketplace nasional sebagai gerbang untuk bersaing di kancah nasional, sementara platform lokal menjadi fondasi untuk memperkuat identitas dan ketahanan ekonomi daerah.
Perkembangan ini menunjukkan dinamika yang sehat. UMKM Kalsel punya opsi untuk menjangkau pasar seluas-luasnya sekaligus memiliki wadah untuk menjaga kekhasan dan mendapatkan dukungan yang lebih personal.
Masa depan e-commerce Kalsel tidak tentang siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana kedua kutub ini dapat bersinergi untuk memakmurkan pelaku usaha lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinas Komunikasi & Informatika Prov. Kalimantan Selatan, Publikasi Akademik Tentang Perilaku Pedagang Pasar Kalsel Di E-Commerce., Liputan Media Lokal