Kamis, 10 JULI 2025 • 18:05 WIB

Rahasia Kenikmatan Amparan Tatak: Kudapan Manis Khas Banjar

Author

Amparan Tatak, wadai khas Kalimantan Selatan (Pinterest/Topwisata.info)

Amparan Tatak  merupakan kue basah tradisonal khas Banjar, Kalimantan Selatan, yang menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat setempat dengan rasa manis-gurih, percampuran antara pisang dan adonan santan bertekstur lembut, seolah meleleh di lidah.

Selain lezat, kue ini juga memiliki nilai historis dan budaya tersendiri di balik kenikmatannya, mulai dari sejarah, bahan utama, hingga perannya dalam tradisi Banjar. 

Dahulu, Amparan Tatak merupakan hidangan eksklusif untuk kalangan bangsawan Kerajaan Banjar dan Daha untuk menunjukkan status sosial yang tinggi. Tetapi seiring waktu, Amparan Tatak berubah dari hidangan elit menjadi kudapan yang dinikmati semua kalangan, bahkan menjadi primadona di pasar tradisional dengan harga terjangkau (Rp1.000–Rp5.000 per potong).

Nama "Amparan Tatak" berasal dari bahasa Banjar, di mana "amparan" berarti lapisan yang dihamparkan, dan "tatak" berarti dipotong-potong. Hal ini merujuk pada cara penyajiannya yang berlapis dan dipotong kecil-kecil sebelum disantap.

Baca juga: Kuliner Unik Ini Hanya Ada di Kalimantan Selatan!

Keistimewaan Amparan Tatak juga terletak pada perpaduan rasa manis dari pisang, biasanya jenis pisang tanduk atau pisang raja, dan gurihnya santan kelapa. Teksturnya sangat lembut dan berlapis, dengan bagian bawah yang sering diberi potongan pisang dan bagian atas yang polos.

Kue ini juga memiliki tampilan visual yang menarik—berwarna putih bersih dengan sentuhan kuning dari pisang, sering dihiasi daun pandan untuk aroma segar.

Bahan Utama dan Proses Pembuatan
Bahan dasar Amparan Tatak meliputi:

  • Tepung beras
  • Santan kelapa
  • Gula
  • Pisang (tanduk, raja, atau kepok)
  • Garam dan vanili untuk penyeimbang rasa

Baca juga: 5 Makanan dan Kue Khas Kalimantan Selatan yang Wajib Dicoba!

Proses pembuatannya melibatkan pengukusan bertahap:

  1. Lapisan bawah: Adonan dicampur pisang, dikukus setengah matang.
  2. Lapisan atas: Adonan polos dituang di atasnya, dikukus hingga matang.
  3. Setelah dingin, kue dipotong rapi sebelum disajikan.

Penyajiannya di potong rapi menggunakan pisau berminyak agar tidak lengket. Hidangkan di atas daun pisang atau piring cantik dengan hiasan pandan.

Ada kepercayaan tradisional bahwa kue ini tidak boleh dibuat oleh wanita yang sedang haid, karena diyakini akan memengaruhi hasilnya.   

Amparan Tatak adalah warisan kuliner Banjar yang kaya akan sejarah, rasa, dan makna budaya. Dari hidangan bangsawan hingga kudapan rakyat, kelezatannya tetap bertahan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Mari terus lestarikan kue tradisional ini agar tidak tergerus zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa, Dinas Pariwisatan Dan Ekonomi Kreatif Kaliimantan Selatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU