Rabu, 02 JULI 2025 • 19:10 WIB

Kucing Merah Kalimantan, Sang Predator Endemik Kalimantan yang Hampir Punah!

Author

Kucing Merah Kalimantan/Borneo Bay Cat yang langka (Pinterest/The Anubis Emperor)

Kalimantan adalah pulau yang kaya akan keanekaragaman hayati yang menyimpan banyak misteri dan keunikannya dalam spesies-pesies hewan endemik. Salah satunya Borneo Bay Cat atau Kucing Merah Kalimantan yang memiliki bulu merah kecokelatan khas merupakan salah satu kucing liar paling langka dan paling sedikit dipelajari di dunia karena berdasarkan daftar merah IUCN, kucing merah Kalimantan dikategorikan sebagai spesies terancam punah (Endangered), dengan jumlah populasi kurang dari 2.500 individu dewasa. Karena jumlah yang sedikit dan berada di habitat alami, tidak ada salahnya kita mengetahui beberapa hal tentang hewan ini.

Fakta Unik Kucing Merah Kalimantan
Meskipun informasi tentang kucing merah Kalimantan masih terbatas masih ada beberapa fakta menarik berhasil diungkap oleh para peneliti.
1. Endemik Sejati
Berarti kucing merah Kalimantan adalah satu-satunya spesies kucing yang sepenuhnya hidup dan ditemukan di Pulau Kalimantan sehingga tidak ada ditemukan di pulau lain.

2. Ukuran Mirip Kucing Domestik Besar
Meskipun sering disebut "kucing merah", ukurannya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kucing lingkungan sekitar yang berukuran besar dengan panjang tubuhnya sekitar 49–67 cm dan ekor yang panjangnya bisa mencapai 33–48 cm. Sedangkan beratnya berkisar antara 2–5 kg.

3. Hewan Nokturnal yang Pemalu
Kucing merah Kalimantan dikenal sebagai hewan yang sangat pemalu dan sulit untuk diamati di alam liar karena mereka aktif berburu di malam hari (nokturnal), sebuah adaptasi untuk menghindari interaksi dengan predator lain atau manusia, serta untuk mencari mangsa yang juga aktif di malam hari.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Bekantan! Sang Maskot Kalimantan Selatan


4. Pola makan yang Beragam
Karena tidak banyak observasi lansung dari hewan ini secara analisis dari kotoran dan pengamatan tidak langsung menunjukkan bahwa kucing merah Kalimantan memakan hewan pengerat, burung, dan mungkin juga mamalia kecil lainnya atau bisa dikatakan memiliki pola makan yang beragam dan menandakan perannya sebagai predator puncak dalam rantai makanan lokal.

5. Kehilangan Habitat
Ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup kucing merah Kalimantan adalah hilangnya habitat akibat deforestasi yang masif untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan sehingga fragmentasi hutan memecah populasi mereka dan mempersulit perkembangbiakan. Selain itu, perburuan liar juga menjadi ancaman meskipun tidak sepenting hilangnya habitat.

Upaya Konservasi Mendesak
Melihat statusnya yang kritis, upaya konservasi kucing merah Kalimantan sangatlah mendesak untuk perlindungan habitat alami mereka, seperti hutan primer dan sekunder yang tersisa juga disertai penelitian lebih lanjut tentang ekologi dan perilaku kucing ini untuk mengembangkan strategi konservasi yang lebih efektif. Sehingga predator endemik yang tidak banyak diketahui ini dapat terus bertahan dan tumbuh menjadi bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IUCN Red List, WWF Indonesia, Borneo Futures, Cat Specialist Group

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU