Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 18:43 WIB

Menelusuri Asal-usul Nama Tanah Laut: Sejarah dan Legenda Bumi Tuntung Pandang

Menelusuri Asal-usul Nama Tanah Laut: Sejarah dan Legenda Bumi Tuntung PandangAsal Usul Tanah Laut (Fahriadi)
Kabupaten Tanah Laut, yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan wilayah yang kaya akan pesona alam dan nilai sejarah. Dikenal dengan julukan Bumi Tuntung Pandang, daerah ini memiliki nama yang unik dan mengundang tanya: mengapa disebut "Tanah Laut"? Apakah karena daratannya yang bersinggungan langsung dengan samudera, atau ada legenda di baliknya?

Secara etimologi, nama Tanah Laut berasal dari gambaran geografis wilayahnya. Pada masa lampau, wilayah ini merupakan bagian penting dari Kesultanan Banjar. Nama "Tanah Laut" merujuk pada posisinya yang berada di bagian paling selatan pulau Kalimantan, yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.

Dahulu, masyarakat dari pedalaman Kalimantan atau dari pusat kesultanan sering menyebut wilayah ini sebagai daerah yang mengarah ke laut. Dalam percakapan sehari-hari, penyebutan "Tanah di arah Laut" perlahan-lahan menyusut menjadi "Tanah Laut". Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa wilayah ini memiliki garis pantai yang sangat panjang, menjadikannya gerbang maritim yang strategis bagi perdagangan di masa kolonial.

Selain faktor geografis, ada sisi menarik dari cerita tutur masyarakat setempat. Konon, wilayah ini dulunya merupakan kawasan yang sangat luas dan subur, namun sebagian besar wilayahnya sering terendam air pasang atau tampak seperti lautan dari kejauhan.

Para pelaut yang datang dari berbagai penjuru sering kali melihat daratan ini seolah-olah muncul dari balik laut. Keunikan bentang alam yang mempertemukan pegunungan Meratus dengan pesisir pantai inilah yang membuat identitas "laut" menempel kuat pada nama daerahnya.

Nama Tanah Laut kemudian resmi menjadi identitas administratif saat daerah ini memisahkan diri dari Kabupaten Banjar. Melalui perjuangan panjang para tokoh masyarakat, pada tanggal 2 Desember 1965, Tanah Laut berdiri sendiri sebagai kabupaten dengan ibu kota di Pelaihari.

Saat ini, Tanah Laut bukan lagi sekadar "tanah di tepi laut". Wilayah ini telah berkembang menjadi pusat agraris dan pariwisata unggulan di Kalimantan Selatan, dengan Pantai Takisung dan Pantai Batakan sebagai ikon yang terus melestarikan hubungan erat antara daratan dan lautannya.

Memahami asal-usul nama sebuah daerah membantu kita menghargai warisan budaya yang ada. Bagi warga Tanah Laut, nama ini adalah pengingat akan jati diri mereka sebagai masyarakat yang tangguh, terbuka, dan harmonis dengan alam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menelusuri Asal-usul Nama Tanah Laut: Sejarah dan Legenda Bumi Tuntung Pandang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!