Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 17:18 WIB

Menelusuri Asal-usul Nama Barito Kuala: Sejarah dan Makna di Baliknya

Menelusuri Asal-usul Nama Barito Kuala: Sejarah dan Makna di BaliknyaJembatan Barito membentang di atas Sungai Barito (Pinterest/Si.Beno zhe)

Menelusuri Jejak Sejarah: Dari Mana Asal-usul Nama Barito Kuala?
Kabupaten Barito Kuala, yang sering dijuluki sebagai "Bumi Ije Jela," merupakan salah satu wilayah penting di Provinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten yang beribu kota di Marabahan ini memiliki sejarah panjang yang sangat erat kaitannya dengan jalur perairan besar di Pulau Kalimantan. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana sebenarnya nama "Barito Kuala" berasal?

Akar Kata dari Sungai Terbesar
Secara etimologi, nama Barito Kuala diambil dari dua kata utama, yaitu Barito dan Kuala.

Kata Barito merujuk pada Sungai Barito, salah satu sungai terpanjang dan terbesar di Indonesia yang membelah wilayah Kalimantan. Nama "Barito" sendiri diyakini berasal dari bahasa Dayak kuno yang merujuk pada kondisi alam sungai tersebut. Dalam catatan sejarah, nama ini sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Negara Dipa dan Kesultanan Banjar sebagai urat nadi transportasi dan perdagangan.

Sementara itu, kata Kuala dalam bahasa Banjar dan bahasa Melayu berarti "muara" atau titik pertemuan antara anak sungai dengan sungai yang lebih besar, atau sungai dengan laut. Penggunaan kata "Kuala" ini sangat akurat secara geografis karena wilayah Barito Kuala memang berada di kawasan hilir atau muara, di mana banyak anak sungai bertemu dengan aliran utama Sungai Barito sebelum menuju ke Laut Jawa.

Hubungan dengan Kesultanan Banjar
Secara historis, wilayah Barito Kuala dahulu merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kesultanan Banjar. Daerah ini dikenal sebagai kawasan "Tanah Dusun" atau wilayah pinggiran yang sangat subur. Pemilihan nama Barito Kuala saat pembentukan kabupaten pada tahun 1959 bukan tanpa alasan. Nama ini dipilih untuk merepresentasikan identitas geografis masyarakatnya yang hidup dan bergantung pada aliran Sungai Barito di bagian hilir.

Bagi masyarakat setempat, nama Barito Kuala bukan sekadar penanda peta. Ia adalah simbol keberagaman dan persatuan. Lokasinya yang berada di muara menjadikan wilayah ini sebagai titik temu berbagai etnis, mulai dari suku Banjar, Dayak Bakumpai, hingga transmigran dari Jawa dan Bali.

Hingga saat ini, Barito Kuala terus berkembang dengan tetap mempertahankan identitasnya sebagai daerah agraris yang dialiri oleh sungai-sungai besar. Memahami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menelusuri Asal-usul Nama Barito Kuala: Sejarah dan Makna di Baliknya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!