Siring Banjarmasin (pinterest)
Menelusuri Jejak Sejarah: Dari Mana Asal Nama Banjarmasin?
Banjarmasin, yang kini dikenal sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan dan dijuluki "Kota Seribu Sungai," memiliki sejarah panjang yang terekam dalam nama besarnya. Banyak orang menikmati keindahan susur sungainya, namun tidak semua tahu bahwa nama "Banjarmasin" menyimpan perpaduan antara legenda lokal dan catatan sejarah kolonial yang unik.
Era Patih Masih dan Kampung Banjar
Secara etimologis, nama Banjarmasin berakar dari dua kata, yaitu Banjar dan Masih. Pada mulanya, kawasan ini merupakan sebuah perkampungan kecil yang dihimpun oleh sekelompok masyarakat di muara sungai. Kata "Banjar" sendiri berarti barisan atau jajaran, yang merujuk pada tata letak rumah-rumah penduduk yang dibangun berjejer mengikuti alur sungai.
Tokoh kunci dalam sejarah ini adalah Patih Masih, seorang pemimpin suku Melayu yang sangat disegani. Beliau bermukim di daerah yang kini dikenal sebagai Kuin Utara. Karena kepemimpinannya yang bijaksana, kawasan tersebut dikenal dengan sebutan Banjar-Masih, yang secara harfiah berarti "perkampungan milik Sang Masih."
Transformasi Menjadi Banjarmasin
Seiring berjalannya waktu dan masuknya pengaruh luar, penyebutan Banjar-Masih mengalami pergeseran. Berdasarkan catatan sejarah, terutama pada masa kolonial Belanda, penyebutan nama ini mulai berubah menjadi Banjarmasih dan akhirnya Banjarmasin.
Ada pendapat yang menyatakan bahwa perubahan akhiran "h" menjadi "n" merupakan pengaruh dari pelafalan orang asing atau adaptasi bahasa seiring berkembangnya perdagangan di pelabuhan tersebut. Selain itu, ada pula versi yang mengaitkan kata "Masin" dengan kondisi air di sekitar kawasan tersebut yang payau atau terasa asin karena letaknya yang berada di dekat muara menuju laut.
Pusat Kekuasaan Kesultanan Banjar
Nama Banjarmasin semakin menguat ketika pusat pemerintahan Kerajaan Banjar berpindah ke wilayah ini. Di bawah pimpinan Sultan Suriansyah, raja pertama yang memeluk agama Islam, Banjarmasin bertransformasi dari sekadar perkampungan nelayan menjadi pusat perdagangan dan syiar Islam yang besar di Kalimantan.
Hingga saat ini, nama Banjarmasin tetap lestari sebagai identitas kota yang harmonis dengan air. Mengetahui asal-usul namanya bukan sekadar nostalgia, melainkan cara kita menghargai warisan budaya dan keberanian para leluhur seperti Patih Masih dalam membangun fondasi kota ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber