Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 14:24 WIB

Mengulas Destinasi Pulau Kembang: Oase Hijau Habitat Bekantan di Jantung Barito

Mengulas Destinasi Pulau Kembang: Oase Hijau Habitat Bekantan di Jantung BaritoPulau Kembang (ikade)

Pulau Kembang, sebuah nama yang mungkin pertama kali membayangkan panorama bunga-bunga bermekaran. Namun, destinasi eksotis yang terletak di tengah Sungai Barito, Kalimantan Selatan, ini menyimpan pesona alam yang jauh lebih liar dan memikat. Bukan semata keindahan flora, melainkan kehidupan fauna, khususnya sang primata berhidung mancung, Bekantan (Nasalis larvatus), yang menjadikannya permata konservasi dan pariwisata. 

Sebagai salah satu situs Geopark Pegunungan Meratus dan ditetapkan sebagai Hutan Wisata oleh pemerintah, Pulau Kembang memiliki luas sekitar 60 hektar. Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 1,5 km dari pusat Kota Banjarmasin menjadikannya tujuan yang mudah diakses, hanya perlu menyeberang singkat menggunakan perahu tradisional yang disebut kelotok. Perjalanan menyusuri Sungai Barito dengan kelotok sudah menjadi bagian dari petualangan itu sendiri, menawarkan pemandangan aktivitas sungai yang khas Kalimantan.

Rumah bagi Sang Maskot Kalimantan

Meskipun secara umum Pulau Kembang dikenal sebagai habitat utama bagi kera ekor panjang (monyet), daya tarik utamanya yang paling dicari oleh wisatawan adalah Bekantan. Primata endemik Kalimantan ini merupakan ikon satwa liar yang sangat dilindungi, dan kehadirannya di Pulau Kembang menjadi penanda penting ekosistem sungai yang masih terjaga.

Bekantan memiliki ciri fisik yang unik dan mudah dikenali, terutama pada jantan dewasa. Mereka memiliki hidung besar dan panjang yang menjuntai, yang konon berfungsi untuk menarik perhatian betina. Selain itu, mereka juga terkenal dengan perut buncitnya dan warna bulu kekuningan hingga cokelat kemerahan. Bekantan adalah satwa yang sebagian besar waktunya dihabiskan di atas pohon (arboreal) dan hidup berkelompok. Di Pulau Kembang, meskipun Bekantan dapat dilihat, biasanya mereka lebih pemalu dan menyendiri dibandingkan kera ekor panjang yang lebih banyak berinteraksi dengan pengunjung.

Sensasi Hutan Wisata dan Konservasi

Saat menjejakkan kaki di pulau ini, pengunjung akan disambut oleh suasana hutan yang asri dan kental, dengan pepohonan tinggi yang menciptakan naungan sejuk. Pulau Kembang tidak hanya menawarkan pengalaman mengamati satwa liar, tetapi juga nuansa budaya lokal yang unik. Di dalam kawasan hutan wisata terdapat sebuah altar dan patung kera putih yang dianggap memiliki nilai historis dan kepercayaan tertentu oleh masyarakat setempat, menjadikannya perpaduan antara wisata alam dan wisata budaya.

Untuk bisa menyaksikan Bekantan, pengunjung disarankan datang pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi atau sore hari, saat mereka aktif mencari makan. Bekantan adalah pemakan daun, buah-buahan, dan serangga. Mengamati mereka bergelantungan di antara pohon-pohon atau berjalan di tepi sungai merupakan pengalaman langka yang mendebarkan.

Aspek konservasi di Pulau Kembang memegang peranan vital. Penetapan sebagai Hutan Wisata bertujuan untuk melindungi habitat Bekantan dan satwa liar lainnya dari ancaman degradasi, seperti alih fungsi lahan yang marak terjadi di kawasan Kalimantan. Melalui pariwisata, kesadaran akan pentingnya menjaga primata ini dan ekosistem rawa-sungai pun diharapkan semakin meningkat.

Tips Berkunjung dan Spirit Konservasi

Berinteraksi dengan satwa di Pulau Kembang memerlukan etika dan kehati-hatian. Kera ekor panjang cenderung mendekati pengunjung, terutama jika melihat makanan. Ada penjual kacang di depan gerbang yang bisa dibeli untuk menarik perhatian kera ekor panjang, namun untuk Bekantan, menjaga jarak adalah kunci untuk tidak mengganggu habitat alami mereka.

● Akses: Sewa kelotok dari dermaga terdekat di Banjarmasin.

● Waktu Terbaik: Pagi hari (sekitar pukul 07.00–09.00) atau sore hari (sekitar pukul 15.00–17.00) adalah waktu Bekantan paling aktif.

● Etika: Jaga jarak aman dengan Bekantan, jangan membuat kegaduhan, dan JANGAN memberi makan sembarangan, karena dapat mengubah perilaku alami mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengulas Destinasi Pulau Kembang: Oase Hijau Habitat Bekantan di Jantung Barito

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!