University of Glasgow (Pinterest/Vani)
KALSEL - Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia memilih untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Berdasarkan data UNESCO, Indonesia menempati peringkat kedua di ASEAN untuk jumlah pelajar di luar negeri, dengan sekitar 59.224 orang . Tren ini tidak hanya tentang meraih gelar akademis, tetapi juga tentang memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi di dunia kerja, dan melatih kemandirian .
Australia konsisten menjadi tujuan utama, menampung lebih dari 12.000 mahasiswa Indonesia . Daya tariknya terletak pada kualitas pendidikan kelas dunia, kedekatan geografis, dan kebijakan Post-Study Work Visa yang memungkinkan lulusan mendapatkan pengalaman kerja . Universitas seperti University of Melbourne, University of Sydney, dan Monash University sangat populer di kalangan pelajar Indonesia .
Malaysia menempati posisi kedua favorit, dengan lebih dari 9.800 pelajar Indonesia. Faktor kedekatan budaya dan biaya hidup yang lebih terjangkau menjadi pertimbangan utama. Universiti Malaya (UM) adalah salah satu institusi di Malaysia yang memiliki populasi mahasiswa internasional yang signifikan, termasuk dari Indonesia.
Negara-negara seperti Singapura (National University of Singapore, Nanyang Technological University), Amerika Serikat (Harvard University, MIT), dan Inggris (University of Oxford, University of Cambridge) juga menjadi incaran bagi mereka yang mengejar pendidikan bergengsi di kampus peringkat teratas dunia .
Pengalaman belajar di luar negeri menawarkan lebih dari sekadar gelar. Mahasiswa mendapatkan paparan pada sistem pendidikan berbasis riset yang modern, diajar oleh profesor-profesor terbaik, dan kesempatan untuk membangun jaringan internasional . Hidup di lingkungan multikultural juga melatih adaptasi dan toleransi, keterampilan yang sangat berharga di dunia kerja global .
Meski menjanjikan, kuliah di luar negeri memerlukan persiapan matang. Biaya pendidikan dan hidup di negara-negara favorit tergolong tinggi . Calon pelajar perlu mengeksplorasi berbagai opsi pembiayaan, termasuk beasiswa penuh (fully funded) dari pemerintah Indonesia maupun luar negeri, yang masih menjadi primadona .
Tren pendidikan global terus berubah. Saat ini, semakin banyak mahasiswa Indonesia yang juga mempertimbangkan negara-negara di kawasan ASEAN selain Malaysia dan Singapura . Selain itu, kemunculan cabang universitas asing di Indonesia, seperti Monash University, membuka akses pendidikan internasional yang lebih luas tanpa harus meninggalkan tanah air .
Dengan melakukan riset yang cermat mengenai program studi, universitas, dan peluang beasiswa, impian untuk kuliah di luar negeri dapat diwujudkan sebagai langkah strategis menuju karier yang cemerlang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru, Goodstats, Hotcourses.co.id