Jumat, 03 JULI 2026 • 23:45 WIB

Dongkrak Swasembada Pangan, Gudang Baru Bulog Banjarbaru Siap Amankan Surplus Beras Kalsel

Author

Dongkrak Swasembada Pangan, Gudang Baru Bulog Banjarbaru Siap Amankan Surplus Beras Kalsel (mckalsel)

Langkah nyata menuju kedaulatan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui infrastruktur logistik yang semakin kokoh. Peresmian revitalisasi gudang Perum Bulog berkapasitas 3.500 ton di Landasan Ulin, Banjarbaru, menandai babak baru dalam peta ketahanan pangan nasional. Kehadiran fasilitas modern ini bukan sekadar bangunan penyimpanan komoditas, melainkan sebuah poros utama untuk mengamankan dan memaksimalkan potensi besar Kalimantan Selatan sebagai salah satu lumbung pangan utama di luar Pulau Jawa.

Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan Nasional
Target swasembada pangan yang menjadi prioritas utama pemerintah membutuhkan fondasi infrastruktur logistik yang kuat dan terintegrasi. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menegaskan bahwa peningkatan fasilitas penyimpanan menjadi kunci utama agar hasil keringat para petani tidak terbuang sia-sia pascapanen.

“Revitalisasi gudang Bulog ini merupakan wujud nyata penguatan infrastruktur logistik pangan. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih baik, penyerapan hasil panen petani dapat semakin optimal, cadangan beras pemerintah semakin kuat, serta stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga,” ujar Titiek Soeharto secara optimistis saat meresmikan gudang tersebut di Banjarbaru, Jumat (3/7/2026).

Menurut Titiek, wilayah Kalimantan Selatan memiliki letak geografis dan potensi agraris yang sangat krusial bagi Pulau Kalimantan secara keseluruhan. Tanpa fasilitas penyimpanan yang memadai, lonjakan produksi pertanian pada musim panen raya justru berisiko memicu penurunan harga di tingkat petani akibat kelebihan pasokan yang tidak terkelola dengan baik. Kehadiran gudang modern ini diharapkan dapat menjadi jembatan penyelamat ekonomi para petani lokal.

Mengamankan Surplus 1,3 Juta Ton Beras Kalimantan Selatan
Apresiasi mendalam juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengungkapkan bahwa wilayahnya saat ini berada dalam posisi yang sangat membanggakan di sektor pertanian. Kalsel berhasil mencatatkan surplus produksi beras yang sangat signifikan, yakni mencapai angka sekitar 1,3 juta ton.

“Alhamdulillah, daya tampung dan ketersediaan beras di Kalimantan Selatan telah memberikan surplus sekitar 1,3 juta ton. Hal ini menjadikan Kalimantan Selatan sebagai daerah penyangga utama di Pulau Kalimantan dan telah mencapai swasembada beras. Dengan keberadaan gudang ini, hasil panen petani dapat tersimpan dengan baik sehingga semakin mendukung petani maupun Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan,” urai Syarifuddin.

Surplus yang melimpah ini menegaskan peran vital Kalsel sebagai penyokong pangan bagi provinsi tetangga di Kalimantan, sekaligus menjadi benteng pertahanan pangan yang kokoh. Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus difokuskan pada penguatan sektor hulu hingga hilir, mulai dari bantuan sarana produksi pangan hingga perbaikan jalur distribusi logistik bersama pemerintah pusat.

Sinergi Lintas Sektor dan Investasi Jangka Panjang PMN
Pembangunan infrastruktur logistik yang masif ini tidak lepas dari dukungan finansial negara melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan nilai kontrak mencapai Rp12,15 miliar. Proyek yang digarap dengan komitmen tinggi ini dimulai sejak 21 April 2025 dan berhasil diselesaikan tepat waktu pada 12 Februari 2026 dengan realisasi fisik sempurna 100 persen tanpa deviasi. Saat ini, kompleks pergudangan tersebut telah memasuki masa pemeliharaan hingga Februari 2027 guna memastikan seluruh fasilitas berjalan optimal.

Selain meresmikan gudang modern, Komisi IV DPR RI juga membuka peluang besar bagi penguatan teknologi pascapanen di masa depan. Titiek Soeharto mengindikasikan kesiapan legislatif dalam mendukung penganggaran pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau unit penggilingan padi modern di Kalimantan Selatan jika diperlukan.

Sinergi yang solid antara DPR RI, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog diharapkan mampu membawa pelayanan yang jauh lebih prima kepada masyarakat. Melalui sistem tata kelola stok yang modern, distribusi beras ke wilayah terpencil dapat dilakukan secara lebih cepat, responsif, dan efisien demi tercapainya kesejahteraan petani serta kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU