Selasa, 30 JUNI 2026 • 23:01 WIB

Cintai Produk Banua: Cara Sederhana Bela Negara dan Amankan Ekonomi Kalsel

Author

Cintai Produk Banua: Cara Sederhana Bela Negara dan Amankan Ekonomi Kalsel (mckalsel)

Derasnya arus globalisasi perlahan mulai mengikis kecintaan generasi muda terhadap warisan lokal. Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalsel bergerak cepat. Masyarakat diajak untuk kembali menoleh, mencintai, dan mengutamakan penggunaan produk asli daerah. Langkah ini dinilai krusial, bukan hanya untuk memperkuat ketahanan ekonomi, tetapi juga demi menjaga identitas budaya Banua agar tidak punah di rumah sendiri.

Seruan sarat makna tersebut menggema dalam acara Sosialisasi Kepedulian Masyarakat terhadap Keunggulan Produk Daerah yang mengusung tema pemantik: “Jangan Asing di Tanah Sendiri, Kenali Produk Asli Daerah”. Acara yang berlangsung di Banjarbaru pada Selasa, 30 Juni 2026 ini dibuka oleh Plt Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan, Hj. Sundusiah, S.AP., M.AB.

Berdaulat Secara Ekonomi, Kuat Secara Politik
Kesatuan sebuah bangsa sering kali dinilai dari stabilitas politik dan kerukunan antarwarga. Namun, Ronny Eka Saputra menegaskan sudut pandang lain yang tidak kalah penting: ketahanan ekonomi masyarakat adalah fondasi utama kekuatan daerah. Daerah akan tumbuh menjadi entitas yang mandiri dan tangguh apabila masyarakatnya mampu berdaulat secara ekonomi dengan cara saling mendukung usaha lokal.

Tema “Jangan Asing di Tanah Sendiri” sengaja dipilih sebagai tamparan sekaligus pengingat digital bagi kita semua. Sangat disayangkan jika masyarakat Banua justru lebih akrab dengan merek-merek luar negeri daripadai hasil keringat tetangga sendiri. Padahal, para perajin kain sasirangan, penganyam purun, hingga pelaku industri kuliner khas Kalimantan Selatan sangat membutuhkan suntikan dukungan nyata dari lingkungan terdekat mereka.

Memakai Sasirangan dan Purun: Wujud Bela Negara Modern
Di era modern seperti sekarang, aksi bela negara tidak lagi diidentikkan dengan mengangkat senjata di medan perang. Memilih untuk mengenakan kain sasirangan saat bekerja, menjinjing tas purun yang eksotis saat bepergian, atau sekadar jajan kuliner tradisional Banua adalah bentuk nyata dari patriotisme masa kini. Langkah-langkah kecil ini terbukti mampu menjaga napas perekonomian kerakyatan tetap berembus di tengah gempuran produk asing.

Jika masyarakat mulai acuh tak acuh, taruhannya adalah hilangnya identitas budaya Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, estafet kepedulian ini harus diteruskan kepada generasi muda. Anak-anak muda Kalsel diharapkan tidak hanya pasif membaca sejarah kejayaan budaya Banua lewat buku pelajaran, melainkan aktif melestarikan, bangga, dan memakainya dalam aktivitas sehari-hari.

Menjadi Duta Promosi Digital untuk Banua
Melalui forum sosialisasi yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat—mulai dari perwakilan SKPD, TP PKK, Dharma Wanita, mahasiswa, pelajar, hingga organisasi masyarakat—Bakesbangpol Kalsel menitipkan pesan penting. Masyarakat diharapkan mampu bertransformasi menjadi "duta promosi" bagi produk lokal melalui media sosial masing-masing.

Setiap lembar rupiah yang kita belanjakan untuk produk orisinal Kalsel akan langsung berdampak pada kesejahteraan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Ketika roda ekonomi Banua berputar cepat, kesejahteraan masyarakat Kalsel otomatis akan ikut meroket. Harapan besarnya, produk khas Kalimantan Selatan tidak hanya jago kandang, tetapi juga memiliki daya saing tinggi untuk menembus pasar internasional yang lebih luas.

Mari kita mulai dari diri sendiri: beli yang lokal, bangga dengan yang asli, dan besarkan nama Banua!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU