Selasa, 30 JUNI 2026 • 22:51 WIB

Seni Kerajinan Purun Kalsel: Cara Museum Lambung Mangkurat Sulap Tanaman Rawa Jadi Cuan

Author

Seni Kerajinan Purun Kalsel: Cara Museum Lambung Mangkurat Sulap Tanaman Rawa Jadi Cuan (mckalsel)

Seni tradisi anyaman Banjar kini kembali menemukan panggungnya di era modern. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat, bergerak cepat menyelamatkan warisan lokal yang mulai tergerus zaman. Melalui agenda inovatif bertajuk Belajar Bersama III "Dari Rawa Menjadi Karya", museum ini sukses menyulap purun—tanaman rawa khas Kalsel—menjadi produk seni bernilai estetis tinggi sekaligus punya potensi ekonomi yang menjanjikan.

Langkah strategis ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa. Pihak pemerintah daerah berambisi menjadikan museum sebagai pusat edukasi seni dan budaya yang inklusif, ramah, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Selatan.

Menolak Punah di Era Modern
Harus diakui, keberadaan kerajinan tangan dari purun sempat tersisih oleh gempuran barang-barang pabrikan berbahan plastik. Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, melalui Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, menyampaikan bahwa pemilihan tema purun ini sengaja dilakukan untuk memicu kembali kepedulian kolektif.

Kegiatan yang berlangsung di Banjarbaru pada Selasa (30/6/2026) ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh elemen masyarakat. Tujuannya jelas: agar generasi muda kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan purun melalui berbagai aktivitas yang berdampak positif bagi lingkungan dan kreativitas.

Dari Pelestarian Budaya Menuju Kemandirian Ekonomi UMKM
Menariknya, edukasi di Museum Lambung Mangkurat ini tidak berhenti pada aspek romantisasi masa lalu saja. Ady Surya menegaskan ada misi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dibawa dalam program ini. Keterampilan menganyam dan mengolah purun yang didapatkan oleh para peserta diproyeksikan untuk menjadi modal awal dalam merintis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan sentuhan kreativitas baru, tanaman rawa yang dulunya dianggap liar kini bisa bertransformasi menjadi tas modis, tikar estetik, hingga dekorasi rumah bernilai jual tinggi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pun berkomitmen penuh untuk terus menyokong program edukasi budaya sejenis yang mampu memberikan dampak ganda: melestarikan warisan leluhur sekaligus mendongkrak pendapatan keluarga.

Apresiasi Karya dan Promosi Digital
Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan kreativitas yang dituangkan selama pelatihan, seluruh hasil kerajinan purun diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh peserta. Langkah ini terbukti efektif menumbuhkan rasa bangga terhadap karya buatan sendiri.

Tidak hanya sampai di situ, pihak museum juga memanfaatkan kekuatan jagat digital untuk memperluas jangkauan edukasi ini. Karya-karya terbaik peserta akan dipublikasikan secara masif melalui akun media sosial resmi Museum Lambung Mangkurat. Publikasi digital ini berfungsi ganda, yaitu sebagai galeri online yang membanggakan bagi peserta sekaligus media promosi efektif agar kerajinan purun semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahkan hingga ke tingkat nasional.

Antusiasme Tinggi dan Rencana Masa Depan
Tingginya kesadaran masyarakat Kalsel terhadap budaya lokal terlihat jelas dari kuota peserta yang langsung ludes terisi sesaat setelah pendaftaran online dibuka. Peserta yang hadir pun sangat beragam, mulai dari pegiat seni senior hingga masyarakat umum yang penasaran dengan teknik menganyam.

Menariknya, magnet acara ini tidak hanya memikat warga lokal Banjarbaru. Peserta dari berbagai kabupaten tetangga, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu, rela menempuh perjalanan jauh demi ikut serta.

Melihat kesuksesan ini, Museum Lambung Mangkurat berencana memperluas jangkauan promosi di masa mendatang. Harapannya, masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok Kalimantan Selatan juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, melestarikan budaya, dan meningkatkan taraf ekonomi melalui seni kerajinan tangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU