Selasa, 30 JUNI 2026 • 07:51 WIB

Tanah Laut Resmi Jadi Sentra Jagung Kalsel: Lompatan Strategis Menuju Swasembada Pangan Nasional

Author

Tanah Laut Resmi Jadi Sentra Jagung Kalsel: Lompatan Strategis Menuju Swasembada Pangan Nasional (mckalsel)

Kabupaten Tanah Laut kini resmi memegang peran krusial dalam peta agribisnis regional. Melalui pencanangan resmi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, wilayah ini dinobatkan sebagai sentra produksi jagung utama untuk Provinsi Kalimantan Selatan. Langkah besar yang ditandai dengan panen raya di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, pada Senin (29/6/2026) tersebut menjadi momentum kebangkitan pangan daerah sekaligus penopang utama agenda swasembada pangan nasional yang digagas pemerintah pusat.

Langkah Strategis Memperkuat Ketahanan Pangan dan Industri Pakan
Penetapan Kabupaten Tanah Laut sebagai pusat produksi jagung bukanlah tanpa alasan yang matang. Komoditas jagung memegang peranan multi-dimensi yang sangat vital. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi karbohidrat masyarakat, jagung merupakan bahan baku primer dalam rantai pasok industri pakan ternak. Dengan mengamankan pasokan jagung domestik, Kalimantan Selatan secara langsung berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga daging dan telur, yang pada gilirannya mampu menekan laju inflasi sektor pangan.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin, menegaskan bahwa Pemprov Kalsel berkomitmen penuh mendorong akselerasi perluasan kawasan tanam jagung. Strategi yang diterapkan meliputi optimalisasi lahan tidur, pemanfaatan area perkebunan, hingga implementasi sistem tumpang sari (intercropping). Lewat sentuhan teknologi pertanian modern yang tepat, lahan-lahan yang sebelumnya dinilai tidak produktif atau memiliki tingkat keasaman tinggi kini disulap menjadi hamparan hijau pertanaman jagung yang subur dan bernilai ekonomis tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, H. Muhidin memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Kalimantan Selatan atas inovasi penanganan lahan masam sehingga dapat ditanami jagung secara optimal. Keberhasilan ini diharapkan menjadi stimulus bagi bupati dan wali kota di seluruh Kalsel untuk bergerak bersama memanfaatkan lahan kosong demi mendongkrak produksi jagung daerah.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Inovasi Tabel Refaksi Pertama di Indonesia
Keberhasilan transformasi agraria ini tidak lepas dari sinergi kokoh antara Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan, akademisi, dan pemerintah daerah. Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, mengungkapkan bahwa fondasi program ketahanan pangan ini telah dirancang matang sejak awal tahun 2025 melalui perbaikan tata kelola hulu hingga hilir.

Salah satu terobosan paling progresif yang dilakukan adalah kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam menyusun tabel refaksi jagung. Tabel ini menjadi instrumen standarisasi penentuan harga jual yang adil berdasarkan kadar air, sebuah inovasi pionir yang pertama kali diterapkan di Indonesia.

Langkah taktis ini berhasil mengatrol kesejahteraan para petani secara signifikan. Jika pada awal program harga jagung di tingkat petani terpuruk di angka Rp1.800 hingga Rp2.000 per kilogram, kini melalui intervensi pembelian oleh Perskopol, hasil panen dibeli dengan harga yang jauh lebih layak, yakni mencapai Rp3.600 per kilogram. Hal ini memberikan kepastian pasar dan gairah baru bagi petani untuk terus berproduksi.

Dukungan Mekanisasi Modern dan Keberlanjutan Usaha Tani
Untuk memastikan produktivitas tetap konsisten, aspek mekanisasi pertanian turut digenjot. Pemprov bersama Polda Kalsel telah menyerahkan bantuan berupa empat unit alat pengering jagung (dryer) serta lima unit traktor kepada kelompok tani di Tanah Laut. Fasilitas ini dihadirkan untuk mengatasi kendala klasik pasca-panen, meminimalkan potensi kerusakan hasil bumi akibat cuaca, sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan tanah secara masif.

Sistem pendukung lainnya seperti jaminan penyediaan benih unggul, kelancaran distribusi pupuk, hingga mekanisme pembelian hasil panen yang melibatkan Bulog dan dunia usaha juga telah diintegrasikan ke dalam satu ekosistem. Dengan model tata kelola yang terintegrasi ini, Kabupaten Tanah Laut diproyeksikan menjadi percontohan (role model) sukses bagi kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan demi mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU