Senin, 29 JUNI 2026 • 08:50 WIB

Menginspirasi Lewat Kanvas: Cara Disdikbud Kalsel Hidupkan Museum Jadi Ruang Kreatif Inklusif

Author

Menginspirasi Lewat Kanvas: Cara Disdikbud Kalsel Hidupkan Museum Jadi Ruang Kreatif Inklusif (mckalsel)

Museum sering kali dipersepsikan hanya sebagai tempat penyimpanan benda-benda kuno yang sunyi dan statis. Namun, pandangan konvensional ini perlahan mulai bergeser. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan membuktikannya secara nyata melalui sebuah inisiatif kreatif yang memadukan pelestarian sejarah dengan ekspresi seni modern.

Pada hari Minggu (28/6/2026), suasana di museum tampak berbeda dan jauh lebih hidup dari biasanya. Disdikbud Kalsel sukses menggelar kegiatan belajar bersama dengan tajuk yang sangat memikat: “Melukis Bersama di Museum: Membingkai Inspirasi Lewat Kanvas.” Agenda ini sengaja dirancang untuk mendorong kreativitas generasi muda sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat luas terhadap kekayaan seni dan budaya lokal.

Antusiasme Tinggi dan Pendekatan yang Inklusif
Acara yang berlangsung di Banjarbaru ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari publik. Sebanyak 75 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan berkumpul dengan membawa semangat yang sama. Uniknya, kegiatan ini bersifat sangat inklusif dan terbuka untuk umum, sehingga berhasil menjaring partisipan dari latar belakang yang sangat beragam.

Sebelum kuas mulai digoreskan di atas kain kanvas, para peserta tidak langsung diminta melukis. Mereka terlebih dahulu diajak untuk berkeliling area museum. Langkah ini bertujuan agar peserta dapat mengenal lebih dekat koleksi-koleksi bersejarah yang dipamerkan. Proses observasi langsung ini menjadi bekal referensi visual dan sumber inspirasi yang kaya bagi mereka sebelum mulai berkarya.

Museum sebagai Ruang Belajar dan Berinovasi
Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwarto, menegaskan bahwa fungsi museum di era modern harus mengalami reorientasi. Museum tidak boleh lagi sekadar menjadi ruang pameran masa lalu yang kaku, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat edukasi yang dinamis.

“Kegiatan melukis bukan hanya tentang menghasilkan karya seni, tetapi juga menjadi sarana untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan inspirasi yang dimiliki setiap individu,” ujar Eddy saat memberikan keterangan di sela-sela acara.

Menurut Eddy, tema “Membingkai Inspirasi Lewat Kanvas” dipilih untuk menyadarkan para peserta bahwa setiap pengalaman hidup, pengetahuan, dan imajinasi dapat diwujudkan menjadi sebuah karya seni yang bernilai tinggi dan penuh makna.

Memperkuat Sinergi Ekosistem Seni dan Budaya
Melalui media kanvas, masyarakat tidak hanya diajak untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka, tetapi juga dilatih untuk lebih menghargai proses jalannya pembuatan sebuah karya. Kegiatan ini secara tidak langsung ikut membangun kepekaan sosial dan kultural terhadap lingkungan sekitar.

Pihak Disdikbud Kalsel juga menyatakan komitmen kuat mereka untuk terus memfasilitasi program-program serupa di masa mendatang. Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Kalsel menunjukkan adanya kebutuhan yang tinggi akan ruang-ruang kreatif publik yang positif.

Dengan adanya kolaborasi yang erat antara komunitas seni, pengelola museum, dan dukungan penuh dari pemerintah, kegiatan edukatif ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya di Kalimantan Selatan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan museum sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan inovasi yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU