Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 14:42 WIB

Transportasi Online Kalsel: Gojek, Grab, Maxim - Layanan, Tarif, & Regulasi

Author

Polusi udara akibat pembakaran tidak sempurna kendaraan (Pinterest/Scott Sherk)

KALSEL Transportasi online di Kalimantan Selatan dengan fokus layanan di Banjarmasin dan Banjarbaru yang menjadi pusat ekonomi Kalimantan Selatan, di dominasi oleh tiga aplikasi pasar transportasi online Kalsel: Gojek sebagai pelopor, Grab sebagai pesaing kuat, dan Maxim sebagai pemain alternatif dengan tarif kompetitif. Ketiganya tidak hanya bersaing merebut pengguna, tetapi juga memperebutkan mitra driver yang menjadi ujung tombak layanan. 

Profil Pemain Utama Transportasi Online Kalsel

Gojek: Penguasa Pasar dengan Layanan Terlengkap

Gojek merupakan salah satu pemain terbesar yang beroperasi di Banjarmasin, Banjarbaru, dan beberapa kabupaten lainnya di Kalsel. Aplikasi besutan Nadiem Makarim ini menawarkan beragam layanan yang terintegrasi dalam satu platform:

  • Go-Ride dan Go-Car untuk transportasi penumpang
  • Go-Food untuk pesan-antar makanan
  • Go-Send untuk pengiriman barang
  • Go-Mart untuk belanja kebutuhan sehari-hari

Kekuatan Gojek terletak pada jaringan merchant lokal yang luas dan sudah on-board di platform mereka. Banyak restoran dan warung makan di Kalsel mengalami peningkatan omzet hingga 30-40% setelah bergabung dengan Go-Food. Fitur keamanan seperti pembagian info perjalanan secara real-time kepada keluarga juga menjadi nilai tambah yang dihargai pengguna .

Baca juga: Cara Bikin Caption Instagram ala Urang Banjar: Gombalan, Sindiran, dan Pantun yang Makin Viral

Grab: Pendatang Kuat dengan Program Lokal

Grab tidak ketinggalan menguasai pasar transportasi online Kalsel dengan menyediakan layanan serupa di Banjarmasin dan Banjarbaru. Yang membedakan Grab adalah komitmennya dalam program-program lokal seperti:

  • GrabProtect untuk jaminan keamanan pengguna
  • GrabFood dengan promo agresif
  • Pelatihan dan support center untuk mitra driver

Grab mengembangkan teknologi pemetaan sendiri bernama GrabMap yang diperbarui secara real-time, sehingga terkadang ada perbedaan antara titik jemput dan lokasi pengantaran yang tertera di Google Maps dan GrabMaps. Keunggulan lain Grab adalah fitur "Family Account" yang memungkinkan pengguna menambahkan anggota keluarga ke dalam satu akun utama dan berbagi metode pembayaran yang sama .

Baca juga: ISSA GROUP Satukan Identitas VIVIZUBEDI, BRAND NO BRAND NEW YORK, dan MAYYECH dalam "Synthesis" di Fashion Nation 2025

Maxim: Alternatif Berbasis Tarif Kompetitif

Maxim menjadi pemain alternatif yang cukup agresif di Kalsel dengan strategi tarif rendah dan promo menggiurkan. Aplikasi berwarna kuning ini telah meluncurkan layanan Delivery Xpress di Banjarmasin dan Banjarbaru yang menjadi andalan bagi pengguna yang sensitif harga.

Keunggulan Maxim terletak pada sistem bagi hasil yang lebih menguntungkan driver yaitu 90% untuk driver dan 10% untuk Maxim, sesuai dengan ketentuan Kemenhub . Namun, Maxim masih memiliki kelemahan dalam hal akurasi peta karena menggunakan Taxsee Vector yang dikembangkan sendiri, bukan Google Maps atau Waze yang sudah familiar.

Beberapa pengguna mengeluhkan ketidakakuratan sistem Maxim dalam melacak alamat. "Saldo terpotong sementara driver tidak melakukan pick up, tapi tiba-tiba sudah selesai," keluh seorang pengguna dalam ulasan di Google Play .

Alasan Popularitas Transportasi Online di Kalsel

1. Ketersediaan Layanan yang Terjangkau

Masyarakat Kalsel, khususnya di wilayah urban seperti Banjarmasin dan Banjarbaru, telah menjadikan transportasi online sebagai bagian dari gaya hidup modern. Kemudahan akses dan tarif terjangkau menjadi faktor pendorong utama adopsi massal layanan ini. Berdasarkan pantauan lapangan, tarif transportasi online di Kalsel berkisar antara:

Baca juga: Kisah Dr. Ciara Sivels, Perempuan Afrika-Amerika Pertama Raih PhD Nuclear Engineering di University of Michigan

  • Rp 8.000-10.000 untuk jarak dekat (3-4 km)
  • Rp 15.000-20.000 untuk jarak menengah (5-7 km)
  • Rp 25.000-35.000 untuk jarak jauh (8-10 km)

2. Transformasi Layanan Pengantaran Makanan

Fenomena menarik di Kalsel adalah pertumbuhan signifikan layanan pengantaran makanan yang mengubah pola konsumsi masyarakat. Banyak restoran dan warung makan tradisional yang sebelumnya hanya mengandalkan pembeli langsung, kini bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas melalui platform Go-Food dan GrabFood.

Seorang pemilik warung makan di Banjarmasin mengaku omzetnya meningkat hingga 40% setelah bergabung dengan layanan pesan-antar makanan online. "Sekarang banyak anak kos dan karyawan yang pesan makan siang via aplikasi, tanpa harus keluar kantor," ujarnya.

3. Ekspansi ke Daerah Penyangga

Meskipun Banjarmasin dan Banjarbaru menjadi pusat operasional, layanan transportasi online mulai ekspansi ke daerah penyangga seperti Martapura, Banjarbakula, dan bahkan pelosok desa. INDOJEK sebagai aplikasi lokal Kalimantan telah hadir di Kota Tanjung, Balangan, HSS, Pelaihari, hingga Batu Licin dengan sekitar 200 driver di HST saja .

Isu Regulasi dan Kesejahteraan Mitra Driver

Baca juga: 8 Hidangan Autentik Palestina yang Dicicipi Willie Salim, dari Kunafa hingga Kofta

Konteks Pasar dan Data Transportasi Online Indonesia

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan, jumlah penumpang yang berangkat melalui bandara di Provinsi Kalsel pada bulan Januari 2025 mencapai 127.169 orang. Meskipun mengalami penurunan sebesar 12,84% dibandingkan bulan Desember 2024, angka ini masih menunjukkan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi .

Tingginya mobilitas masyarakat Kalsel ini berkorelasi positif dengan pertumbuhan transportasi online. Menurut laporan industri, pasar ride-hailing Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dengan CAGR 15.2% pada periode 2025-2030, didorong oleh penetrasi smartphone yang mencapai 70% dan adopsi e-wallet yang semakin massif.

Di tingkat regional, Trans Banjarbakula sebagai angkutan umum massal justru berkolaborasi dengan transportasi online untuk menyediakan first and last mile connectivity. Fitri Hernadi, Kadishub Kalsel, menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan angkutan umum hingga ke pelosok desa dengan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Aplikasi lokal seperti BOSJEK KALSEL dan INDOJEK memiliki peluang untuk bertahan dengan mengadopsi strategi niche market melayani daerah yang belum terjangkau pemain besar. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam program pembangunan berkelanjutan juga bisa menjadi value proposition yang menarik .

Baca juga: Second Account Instagram: Ruang Rahasia Anak Muda Kalsel untuk Ekspresi Diri

Yang paling penting, ecosystem thinking harus dikembangkan dimana kesuksesan transportasi online tidak diukur dari jumlah transaksi semata, tetapi dari kontribusinya dalam mengurangi kemacetan, menciptakan lapangan kerja yang layak, dan mendukung pertumbuhan UMKM lokal. Sinergi antara pemangku kepentingan menjadi kunci menciptakan ekosistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalsel.

Rekomendasi bagi Pengguna Kalsel

Berdasarkan analisis mendalam terhadap layanan transportasi online di Kalsel, berikut rekomendasi pemilihan aplikasi:

1. Untuk prioritas keamanan dan kelengkapan fitur → Pilih Gojek atau Grab

2. Untuk anggaran terbatas dan jarak dekat → Pilih Maxim atau INDOJEK

3. Untuk pengantaran makanan dan barang → Bandingkan promo di Go-Food, GrabFood, dan Maxim Food

4. Untuk dukungan pada usaha lokal → Gunakan BOSJEK KALSEL atau INDOJEK yang merupakan aplikasi lokal

Selalu perhatikan rating driver dan jumlah order yang telah diselesaikan untuk mendapatkan pengalaman yang optimal. Manfaatkan fitur share perjalanan untuk meningkatkan keamanan, terutama saat berkendara di malam hari atau melalui rute sepi.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara News, Diskominfo Kalsel, KIPMI

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU