Ketika Meratus di Tambang, Tenggelam Semuanya, Bang! Inilah Alasan Pemda dan Warga Kalsel Tolak Penambangan di Meratus
KALSEL - Pegunungan Meratus, yang membentang gagah di jantung Kalimantan Selatan adalah bagian dari paru-paru bumi yang memiliki banyak keanekaragaman hayati dan rumah bagi masyarakat adat Dayak yang telah menjaga kelestariannya turun-temurun. Namun, ancaman penambangan skala besar terus membayangi karena mulai munculnya mineral alam ke permukaan yang memicu keinginan untuk mengambil keuntungan tapi mendapat penolakan dari pemerintah daerah hingga masyarakat setempat. Mengapa Meratus begitu vital hingga penambangan di sana dianggap sama dengan menenggelamkan Kalimantan Selatan?
Baca juga: Spot Foto Ikonik Di Banjarmasin yang Wajib Dikunjungi!
Jantung Hidrologi dan Sumber Kehidupan
Meratus adalah kawasan tangkapan air krusial dan menjadi hulu dari puluhan sungai penting di Kalsel, termasuk Sungai Barito. Sehingga jika terjadi kerusakan ekosistem di sana akibat penambangan akan menimbulkan kejadian krisis air bersih dan banjir bandang di hilir yang berpotensi memicu bencana ekologis lainnya karena pembukaan lahan untuk tambang seringkali berujung pada deforestasi dan erosi tanah, yang pada gilirannya meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor, terutama di musim hujan.
Kekayaan Biodiversitas yang Tak Ternilai
Meratus adalah surga bagi flora dan fauna endemik yang semakin berkembangnya zaman banyak di antaranya terancam punah. Jika penambangan dilakukan dengan segala aktivitasnya mulai dari pembukaan lahan, penggunaan alat berat, hingga pembuangan limbah, akan mengancam kelangsungan hidup spesies-spesies ini melalui fragmentasi habitat dan polusi, dan air hingga juga menjadi sebab hilangnya keanekaragaman hayati Meratus.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Bekantan! Sang Maskot Kalimantan Selatan
Tanah Adat dan Identitas Budaya
Bagi masyarakat adat Dayak, Meratus adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan spiritualitas mereka. Sehingga ketika penambangan dilakukan di wilayah adat berarti penggusuran, hilangnya mata pencarian, dan hancurnya warisan budaya yang telah dijaga berabad-abad.
Dengan komitmennya pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah berulang kali menegaskan melindungi Meratus, salah satunya dengan mengusulkannya sebagai Kawasan Geopark Nasional.
Penolakan terhadap penambangan di Meratus bukan sekadar emosional tetapi juga berdasar pada fakta ilmiah tentang fungsi ekologisnya, kekayaan biodiversitasnya, dan nilai budaya yang melekat pada masyarakat adat agar terus terjaga hingga diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, suara "tolak!" dari Pemda dan warga adalah upaya kolektif untuk menjaga agar "paru-paru" Kalimantan ini tetap lestari, demi kita dan generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Lembaga Bantuan Hukum, WALHI KalSel