Keberangkatan jemaah haji menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik melintasi benua, melainkan sebuah ujian spiritual yang melibatkan kepekaan sosial. Hal inilah yang ditegaskan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani, saat melepas keberangkatan jemaah haji Kloter BDJ 04. Kloter yang terdiri dari jemaah asal Kabupaten Kapuas, Katingan, dan Murung Raya, Kalimantan Tengah ini, membawa misi besar: meraih kemabruran melalui kepedulian terhadap sesama.
Haji Sebagai Manifestasi Nilai Sosial dan Kemanusiaan
Dalam pesannya yang mendalam pada Rabu dini hari, 29 April 2026, Eddy Khairani menekankan bahwa kesempurnaan ibadah haji tidak hanya diukur dari ketepatan ritual manasik semata. Menurut beliau, ibadah haji adalah cermin dari nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Tanah Suci adalah tempat di mana ego pribadi harus dilebur menjadi semangat kolektif untuk saling membantu, terutama kepada mereka yang memiliki keterbatasan.
Eddy mengingatkan bahwa di dalam rombongan terdapat jemaah lanjut usia (lansia), jemaah uzur, penyandang disabilitas, serta jemaah perempuan yang mungkin memerlukan bantuan ekstra. Beliau meyakini bahwa membantu golongan yang lemah ini adalah jalan pintas menuju keridaan Allah SWT. "Di situlah letak nilai kemabruran yang sesungguhnya," ungkapnya dengan penuh penekanan.
Menghadapi Tantangan Fisik dengan Senjata Kesabaran
Kondisi geografis dan kepadatan di Arab Saudi menuntut kekuatan fisik serta kesabaran yang luar biasa. Suhu yang ekstrem dan jarak tempuh antar lokasi ibadah yang cukup jauh sering kali menjadi tantangan bagi jemaah. Oleh karena itu, sikap saling tolong-menolong antarjemaah menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan optimal.
Kepedulian antarjemaah diharapkan mampu menciptakan suasana yang harmonis dan penuh keberkahan di dalam kloter. Eddy mengimbau agar tidak ada jemaah yang bersikap individualis. Solidaritas harus dijunjung tinggi; jika ada rekan satu kloter yang tertinggal atau mengalami kesulitan medis maupun teknis, jemaah lain diharapkan sigap mendampingi dan memberikan bantuan.
Operasional Embarkasi Banjarmasin: Pelayanan Prima untuk Tamu Allah
Keberangkatan Kloter BDJ 04 menandai keberlanjutan operasional haji di Embarkasi Banjarmasin yang semakin solid. Dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-8104, jemaah lepas landas dari Bandara Syamsuddin Noor menuju Madinah pada pukul 05.35 WITA. Keberangkatan ini menambah total jemaah yang telah diterbangkan menjadi 1.439 orang.
Pihak penyelenggara terus mengedepankan pelayanan prima, khususnya bagi jemaah dengan kebutuhan khusus. Namun, dukungan terbaik tetap datang dari rekan seperjalanan. Dengan menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta fokus pada kesehatan, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalani prosesi ziarah di Madinah dan ibadah inti di Makkah dengan lancar.
Semangat kebersamaan yang dibawa oleh Kloter BDJ 04 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kloter-kloter lainnya. Bahwa haji bukan hanya tentang "aku dan Tuhanku", melainkan juga tentang "aku dan saudaraku". Semoga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/