Kawasan Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan kini bukan sekadar bentang alam yang megah, melainkan jantung dari kebangkitan ekonomi kreatif di Banua. Memasuki tahun 2026, Badan Pengelola Geopark Meratus secara resmi meluncurkan rangkaian inovasi kegiatan strategis yang dirancang untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Langkah ini diambil bukan hanya untuk memajukan sektor pariwisata, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat lokal.
Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus, Theodorik Rizal Manik, menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun penuh kolaborasi. Dengan mengusung konsep wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi, Geopark Meratus siap bertransformasi menjadi destinasi kelas dunia yang autentik.
Inovasi Event: Dari Sport Tourism Hingga Susur Sungai
Salah satu pilar utama dalam strategi tahun ini adalah penyelenggaraan berbagai event besar yang menggabungkan aktivitas fisik dengan keindahan alam. Sport tourism diprediksi akan menjadi magnet utama bagi para pencinta petualangan. Selain itu, kegiatan susur sungai tetap menjadi primadona, mengingat Kalimantan Selatan memiliki keterikatan kuat dengan ekosistem perairan yang eksotis.
Agenda rutin yang sudah memiliki nama besar seperti Tour de Loksado dan Festival Budaya Terapung dipastikan tetap menjadi tulang punggung promosi. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan indah, tetapi juga memperkuat branding Geopark Meratus sebagai destinasi yang harmonis antara manusia dan alam.
Gastro Culture Journey: Menikmati Cerita di Balik Kuliner
Inovasi yang paling mencuri perhatian di tahun 2026 adalah program Gastro Culture Journey. Program ini merupakan perjalanan wisata yang menggabungkan unsur budaya dan kuliner. Melalui program ini, wisatawan diajak untuk tidak hanya mencicipi makanan, tetapi juga memahami sejarah, nilai budaya, dan proses di balik terciptanya hidangan khas Kalimantan Selatan.
Lebih jauh lagi, pengembangan konsep Geofood kini tengah didorong agar masuk ke dalam jejaring internasional. Geofood menitikberatkan pada keaslian bahan baku yang dihasilkan dari tanah Meratus. Produk-produk unggulan seperti Ketupat Kandangan yang legendaris, manisnya Dodol, pedasnya Cabe Hiyung yang mendunia, hingga aromatik kopi lokal Kalsel, dipromosikan sebagai identitas kuliner global.
Konsep Geofood ini memiliki nilai lebih karena menghubungkan aspek geologi dengan hasil bumi. Wisatawan akan merasakan pengalaman unik saat mengetahui bahwa rasa khas dari produk UMKM Kalsel sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan lingkungan di kawasan Geopark.
Ekosistem Pariwisata dan Dampak Ekonomi Nyata
Keberhasilan agenda besar ini tentu tidak bisa dicapai sendirian. Badan Pengelola Geopark Meratus mengedepankan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, peneliti internasional, media, hingga sektor perhotelan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Pesan utama yang dibawa adalah inklusivitas. Setiap acara yang digelar harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitar geosite. Dengan keterlibatan aktif pelaku UMKM dan pengelola wisata lokal, manfaat dari kunjungan wisatawan akan langsung terasa pada kesejahteraan warga.
Harapannya, melalui kombinasi antara edukasi geologi, kelestarian budaya, dan kelezatan kuliner, Geopark Meratus 2026 akan menjadi standar baru bagi pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel