Dinamika pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan periode 2026-2030 akhirnya menemui titik terang. Hingga berakhirnya masa pendaftaran dan verifikasi, nama tokoh muda banua, Hasnuryadi Sulaiman, muncul sebagai kandidat tunggal. Fenomena ini menandai babak baru dalam peta kepemimpinan olahraga di Bumi Lambung Mangkurat, di mana konsolidasi kekuatan tampak jauh lebih menonjol dibandingkan persaingan terbuka.
Verifikasi Ketat dan Kepastian Administratif
Kepastian status calon tunggal ini disampaikan langsung oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kalsel. Setelah melalui serangkaian proses audit dokumen yang cukup panjang, berkas pencalonan Hasnuryadi Sulaiman dinyatakan lengkap dan sah secara hukum organisasi. Rapat pleno yang digelar pada 24 April 2026 menjadi penentu keberhasilan CEO Barito Putera tersebut melewati gerbang administratif.
Ketua TPP, Abdul Haris Makie, menegaskan bahwa meskipun hanya ada satu calon, prosedur tetap dijalankan dengan profesional dan tanpa pengecualian. Segala aspek, mulai dari legalitas dukungan hingga persyaratan personal, telah diverifikasi secara mendalam untuk memastikan calon yang melaju ke Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) memiliki landasan yang kuat.
Minim Dinamika, Maksimal Dukungan
Munculnya calon tunggal dalam kontestasi besar sering kali memicu pertanyaan mengenai iklim kompetisi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa dominasi Hasnuryadi Sulaiman bukan terjadi karena tertutupnya akses bagi pihak lain. TPP diketahui telah memberikan ruang ekstra dengan memperpanjang masa pendaftaran kandidat. Langkah ini diambil guna memastikan asas demokrasi tetap dijaga dalam tubuh KONI Kalsel.
Hanya saja, hingga lonceng penutupan berbunyi, tidak ada figur lain yang secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran. Hal ini mempertegas bahwa posisi Hasnuryadi saat ini merupakan representasi dari keinginan mayoritas pemegang suara. Dukungan yang diraihnya pun terbilang fantastis: 13 KONI Kabupaten/Kota serta 51 cabang olahraga (cabor) telah menyatakan komitmen mereka secara tertulis.
Jumlah dukungan ini melampaui ambang batas minimal yang ditetapkan, menunjukkan adanya kesepahaman kolektif di kalangan insan olahraga Kalsel. Mereka tampaknya menginginkan figur yang sudah memiliki rekam jejak kuat di dunia olahraga untuk memimpin organisasi induk ini.
Harapan Besar di Musorprov 2026
Langkah selanjutnya bagi Hasnuryadi Sulaiman adalah menunggu penetapan resmi melalui forum Musorprov. Meski jalur menuju kursi ketua terbuka lebar tanpa hambatan persaingan, tantangan nyata justru akan dimulai setelah pelantikan. Tugas berat menanti untuk meningkatkan prestasi olahraga Kalimantan Selatan di kancah nasional maupun internasional.
Harapan besar digantungkan agar kepemimpinan yang lahir dari konsolidasi solid ini mampu membawa dampak nyata. Fokus pada pembinaan atlet usia dini, peningkatan infrastruktur olahraga, dan transparansi manajemen organisasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Soliditas yang terlihat saat ini diharapkan tidak hanya berhenti di level pemilihan, tetapi berlanjut dalam eksekusi program-program strategis demi mengharumkan nama Banua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel