Inflasi Kalsel Melandai di Angka 0,5 Persen: Sektor Pangan Jadi Fokus Utama (pinterest)
Kondisi ekonomi di Kalimantan Selatan menunjukkan sinyal positif memasuki kuartal kedua tahun 2026. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel mengonfirmasi bahwa tren inflasi di Bumi Lambung Mangkurat kini semakin terkendali. Perkembangan ini menjadi angin segar bagi stabilitas daya beli masyarakat di tingkat daerah.
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, mengungkapkan pencapaian ini usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional secara virtual di Command Center Kalsel, Banjarbaru. Berdasarkan data terbaru, inflasi Kalimantan Selatan secara bulanan atau month to month (m-to-m) mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Perbaikan Peringkat Inflasi Nasional
Angka inflasi bulanan yang pada periode sebelumnya sempat menyentuh 0,86 persen, kini berhasil ditekan hingga ke level 0,5 persen. Keberhasilan ini secara otomatis memperbaiki posisi Kalimantan Selatan dalam peta inflasi nasional. Jika sebelumnya Kalsel sempat berada di jajaran lima besar provinsi dengan inflasi tertinggi, kini posisinya membaik secara drastis ke peringkat ke-13.
Meskipun tren bulanan menunjukkan perbaikan, tantangan masih terlihat pada angka inflasi tahunan (year on year). Beberapa komponen utama seperti tarif dasar listrik dan fluktuasi harga emas perhiasan masih memberikan pengaruh terhadap indeks harga konsumen.
Normalisasi Tarif Listrik dan Harga Emas
Faktor kenaikan tarif listrik secara tahunan sejatinya dipicu oleh efek basis dari kebijakan diskon 50 persen yang sempat diberlakukan pada awal tahun 2025. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena pada April 2026 ini, tarif listrik dipastikan telah kembali normal tanpa ada kenaikan tambahan. Hal ini diprediksi akan mengurangi tekanan inflasi pada bulan-bulan mendatang.
Di sisi lain, komoditas emas perhiasan yang sebelumnya sempat melonjak kini mulai menunjukkan tren penurunan harga. Stabilitas pada sektor non-pangan ini diharapkan menjadi momentum bagi Kalsel untuk menjaga angka inflasi tetap berada dalam rentang target sasaran pemerintah pusat.
Sinergi Satgas Pangan dan Operasi Pasar
Menyikapi data tersebut, Pemprov Kalsel kini mengalihkan fokus penuh pada pengendalian sektor pangan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, melibatkan Satgas Pangan, Ditkrimsus Polda Kalsel, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Dinas Perdagangan.
Langkah konkret yang tengah dijalankan meliputi pelaksanaan operasi pasar secara intensif di berbagai kabupaten/kota. Selain itu, program pasar murah dan gerakan pangan murah akan terus digalakkan untuk memastikan ketersediaan pasokan komoditas pokok. Dengan penguatan sinergi ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimis harga kebutuhan pokok akan tetap stabil, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel