Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 05 MARET 2026 • 10:02 WIB

Berburu Takjil Aman di Pasar Wadai Banjarmasin: BBPOM Pastikan Jajanan Ramadhan Bebas Bahan Berbahaya

Berburu Takjil Aman di Pasar Wadai Banjarmasin: BBPOM Pastikan Jajanan Ramadhan Bebas Bahan BerbahayaBerburu Takjil Aman di Pasar Wadai Banjarmasin: BBPOM Pastikan Jajanan Ramadhan Bebas Bahan Berbahaya (mckalsel)

Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, antusiasme masyarakat Kalimantan Selatan dalam berburu jajanan berbuka puasa atau takjil mulai meningkat. Menanggapi hal tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru bergerak cepat memastikan bahwa setiap suapan yang dikonsumsi masyarakat terjaga keamanannya dari zat kimia berbahaya.

Sidak Takjil di Ikon Wisata Siring 0 Km
Pada Rabu, 4 Maret 2026, tim gabungan yang dipimpin oleh BBPOM di Banjarbaru melakukan intensifikasi pengawasan di pusat keramaian Pasar Wadai Ramadhan, Siring 0 Km Banjarmasin. Langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam melindungi kesehatan publik, terutama saat konsumsi pangan olahan meningkat tajam selama bulan puasa.

Dalam melancarkan aksi pengawasan ini, BBPOM tidak bergerak sendiri. Kolaborasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, serta melibatkan partisipasi aktif dari Saka POM Cabang Banjarmasin.

Hasil Uji Laboratorium Lapangan
Plt Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, menjelaskan bahwa tim di lapangan melakukan sampling dan pengujian langsung di tempat terhadap berbagai jenis makanan dan minuman yang dijajakan pedagang. Fokus utama pengujian adalah mendeteksi keberadaan empat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan, yaitu:

  • Rhodamin B dan Metanil Yellow (pewarna tekstil).
  • Formalin (pengawet mayat).
  • Boraks (pengawet non-pangan).

Dari total 23 sampel jajanan yang diambil secara acak di lokasi, hasil pengujian menunjukkan kabar menggembirakan. Seluruh sampel dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan negatif dari kandungan bahan berbahaya. Temuan ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran para pelaku usaha mikro di Banjarmasin terhadap pentingnya keamanan pangan telah meningkat secara signifikan.

Pengawasan Distribusi dan Ritel Pangan
Selain menyasar lapak takjil, radar pengawasan BBPOM juga meluas hingga ke sarana distribusi dan ritel pangan di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Pengawasan intensif ini difokuskan untuk menyaring produk-produk yang tidak memenuhi ketentuan (TMK), seperti:

  • Produk dengan kemasan yang sudah rusak atau penyok.
  • Pangan yang telah melewati masa kedaluwarsa.
  • Produk ilegal tanpa izin edar resmi dari Badan POM.
  • Produk yang tidak memenuhi standar labelisasi.

Hingga saat ini, BBPOM telah memeriksa lebih dari 10 sarana distribusi. Meski sebagian besar telah patuh, petugas masih menemukan beberapa oknum yang menjual produk kedaluwarsa atau tanpa izin edar, yang kemudian langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur regulasi yang berlaku.

Tips Konsumen Cerdas Selama Ramadhan
Melalui kegiatan ini, BBPOM Banjarbaru berharap masyarakat Kalimantan Selatan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa rasa khawatir akan risiko kesehatan dari makanan. Masyarakat pun diimbau untuk selalu selektif dan menjadi konsumen cerdas dengan memperhatikan kondisi fisik kemasan serta memastikan adanya izin edar pada produk pangan yang dibeli.

Dengan sinergi antara pengawasan otoritas dan kesadaran pedagang, diharapkan keamanan pangan di Banua tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Berburu Takjil Aman di Pasar Wadai Banjarmasin: BBPOM Pastikan Jajanan Ramadhan Bebas Bahan Berbahaya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!