Selasa, 30 JUNI 2026 • 17:42 WIB

Menelusuri Candi Agung Amuntai: Jejak Sejarah Kerajaan Negara Dipa di Kalimantan Selatan

Author

Menelusuri Candi Agung Amuntai: Jejak Sejarah Kerajaan Negara Dipa di Kalimantan Selatan (https://smart.kalselprov.go.id/)

Kalimantan Selatan tidak hanya terkenal dengan keindahan alam sungai dan pasar terapungnya yang ikonik. Bagi para pencinta sejarah dan arkeologi, provinsi ini menyimpan sebuah permata masa lalu yang sangat bernilai bernama Candi Agung. Terletak di Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, situs ini menjadi bukti bisu pasang surut peradaban kuno di tanah Borneo.

Sebagai situs peninggalan prasejarah sekaligus sejarah, Candi Agung memegang peran penting dalam garis waktu Nusantara. Tempat ini merupakan sisa-sisa peninggalan dari Kerajaan Negara Dipa, sebuah kerajaan purba yang menjadi cikal bakal kesultanan banjar di kemudian hari. Berdasarkan catatan sejarah dan cerita rakyat yang turun-temurun, Kerajaan Negara Dipa ini didirikan oleh Empu Jatmika pada abad ke-14 masehi.

Asal-Usul dan Arsitektur Unik Candi Agung
Berbeda dengan candi-candi di Pulau Jawa yang umumnya megah dan menjulang tinggi menggunakan batu andesit, Candi Agung Amuntai memiliki karakteristik yang sangat unik. Struktur bangunan candi ini didominasi oleh batu bata merah kuno dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada batu bata modern saat ini. Puing-puing yang tersisa memperlihatkan fondasi dan tiang-tiang kayu ulin (kayu besi) yang masih bertahan meski telah berusia ratusan tahun. Kayu ulin sendiri dikenal sebagai vegetasi khas Kalimantan yang terkenal sangat kuat dan tahan terhadap air maupun pelapukan.

Keberadaan batu bata merah dan elemen kayu ini mencerminkan bagaimana masyarakat Kerajaan Negara Dipa pada abad ke-14 mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan rawa di wilayah Hulu Sungai Utara. Arsitektur ini menggabungkan teknik pertukangan lokal dengan pengaruh budaya Hindu-Buddha yang dibawa dari luar pulau.

Kisah Empu Jatmika dan Berdirinya Negara Dipa
Tokoh sentral di balik keberadaan Candi Agung adalah Empu Jatmika. Ia dikisahkan sebagai seorang saudagar kaya sekaligus sosok visioner yang bermigrasi dari tanah seberang. Atas petunjuk spiritual, ia mendirikan wilayah pemukiman baru yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan Negara Dipa. Di situs Candi Agung inilah, pusat pemerintahan dan ritual keagamaan pertama kali dijalankan.

Selain nilai sejarahnya yang tinggi, komplek Candi Agung juga diselimuti oleh berbagai legenda menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah kisah Putri Junjung Buih, seorang putri mistis yang muncul dari buih sungai dan kemudian diangkat menjadi raja perempuan di Negara Dipa. Cerita rakyat ini menambah daya tarik magis bagi para wisatawan yang datang berkunjung.

Destinasi Wisata Sejarah yang Edukatif
Saat ini, Candi Agung telah dikembangkan menjadi situs cagar budaya yang rapi dan nyaman untuk dikunjungi. Di dalam area komplek candi, pengunjung tidak hanya bisa melihat struktur utama candi, tetapi juga beberapa peninggalan pelengkap seperti Sumur Agung (Tiang Kompas) yang airnya sering dianggap keramat oleh masyarakat setempat, serta tempat pemandian kuno.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara terus berupaya menjaga keaslian situs ini agar tetap menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Mengunjungi Candi Agung akan memberikan perspektif baru bahwa Kalimantan memiliki akar sejarah kerajaan yang kuat dan terorganisir sejak ratusan tahun lalu. Bagi Anda yang sedang berada di Kalimantan Selatan, meluangkan waktu ke Amuntai Tengah untuk melihat langsung jejak Empu Jatmika adalah sebuah perjalanan spiritual dan sejarah yang tidak boleh dilewatkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://smart.kalselprov.go.id/

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU