Wisata Sejarah Kalsel Candi Agung Amuntai (Syarwani Mahlan)
Menelusuri Jejak Sejarah di Bumi Itik Amuntai
Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang beribukota di Amuntai bukan sekadar wilayah yang dikenal dengan kuliner itik panggang atau kerajinan anyamannya. Bagi Anda pecinta sejarah dan budaya, daerah ini menyimpan harta karun berupa situs purbakala dan koleksi artefak yang menceritakan kejayaan masa lalu, mulai dari era kerajaan Hindu hingga masa kolonial.
Mengunjungi museum dan situs sejarah di Hulu Sungai Utara memberikan pengalaman edukasi yang mendalam. Berikut adalah rekomendasi destinasi wisata sejarah dan museum yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda.
1. Situs dan Museum Candi Agung Amuntai
Destinasi paling ikonik di HSU adalah Candi Agung. Situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Negara Dipa yang dibangun oleh Empu Jatmika pada abad ke-14. Meski bentuk fisiknya tidak lagi utuh seperti candi di Pulau Jawa, area ini memiliki museum kecil yang menyimpan berbagai artefak penting.
Di dalam area situs, pengunjung dapat melihat potongan kayu ulin yang terkubur ratusan tahun, keramik kuno, serta berbagai benda sisa upacara adat. Suasana yang sakral dan dikelilingi pohon-pohon besar membuat kunjungan ke sini terasa seperti menembus lorong waktu.
2. Museum Rakyat Hulu Sungai Utara
Untuk memahami kehidupan sosial masyarakat Amuntai dari masa ke masa, Museum Rakyat adalah tempatnya. Museum ini menyimpan koleksi peralatan tradisional yang digunakan masyarakat Banjar purba, mulai dari alat pertanian, peralatan rumah tangga dari kuningan, hingga pakaian adat.
Keunikan museum ini terletak pada dokumentasi foto-foto lama Kota Amuntai. Anda bisa melihat bagaimana transformasi kota ini dari pusat perdagangan sungai yang sibuk hingga menjadi kabupaten yang modern namun tetap memegang teguh tradisi.
3. Rumah Bubungan Tinggi Desa Teluk Selong
Secara arsitektural, rumah tradisional Banjar adalah sebuah "museum hidup". Di Hulu Sungai Utara, Anda masih bisa menemukan rumah-rumah tua dengan gaya Bubungan Tinggi yang masih terawat. Rumah-rumah ini menyimpan ornamen ukiran kayu yang memiliki makna filosofis mendalam.
Mengunjungi rumah adat ini memberikan gambaran tentang strata sosial dan kearifan lokal dalam menghadapi lingkungan lahan basah (rawa) yang dominan di HSU.
4. Monumen Itik Amuntai dan Sejarah Lokal
Meski berbentuk monumen di tengah kota, area ini merupakan representasi sejarah ekonomi masyarakat HSU. Di sekitar kawasan ini, sering diadakan pameran temporer yang menampilkan sejarah peternakan dan kerajinan yang telah mendunia. Lokasi ini menjadi titik awal yang baik untuk memahami mengapa budaya masyarakat HSU sangat terikat dengan ekosistem air.
5. Wisata Religi Masjid Agung At-Taqwa
Tak lengkap bicara sejarah HSU tanpa menyentuh aspek religinya. Masjid Agung At-Taqwa bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol perkembangan Islam di Hulu Sungai. Di sini terdapat catatan sejarah mengenai tokoh-tokoh ulama besar Amuntai yang berpengaruh di Kalimantan Selatan. Arsitekturnya yang megah memadukan unsur modern dan tradisional Banjar.
Tips Berkunjung ke Museum di HSU:
Menjelajahi museum di Hulu Sungai Utara akan membuka mata Anda bahwa Kalimantan Selatan memiliki akar sejarah yang sangat kuat dan menarik untuk digali lebih dalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber