Asal Usul Hulu Sungai Utara (Eri Muhammad)
Menelusuri Jejak Sejarah: Dari Mana Asal Nama Hulu Sungai Utara?
Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang kaya akan nilai historis dan budaya. Dikenal dengan ibu kotanya, Amuntai, daerah ini memiliki identitas yang kuat yang tercermin langsung dari namanya. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa wilayah ini dinamakan "Hulu Sungai Utara"?
Makna Geografis dan Aliran Sungai
Secara etimologi, nama Hulu Sungai Utara merujuk pada letak geografis wilayahnya terhadap aliran sungai besar di Kalimantan. Wilayah ini berada di kawasan yang secara tradisional disebut sebagai "Hulu Sungai" atau Banua Anam. Sebutan ini digunakan untuk membedakan wilayah daratan bagian dalam (pedalaman) dengan wilayah pesisir atau muara.
Kata "Hulu" menandakan bahwa daerah ini terletak di bagian atas aliran sungai-sungai penting, seperti Sungai Negara, Sungai Tabalong, dan Sungai Balangan, yang semuanya bermuara ke Sungai Barito. Sementara itu, imbuhan "Utara" ditambahkan untuk memperjelas posisi administratifnya saat terjadi pemekaran wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan pada era 1950-an.
Jejak Kerajaan dan Peradaban Air
Jauh sebelum menjadi kabupaten administratif, wilayah Hulu Sungai Utara adalah pusat peradaban penting. Di sinilah letak Candi Agung, situs peninggalan Kerajaan Negara Dipa yang didirikan oleh Empu Jatmika. Keberadaan kerajaan ini membuktikan bahwa sejak dahulu, masyarakat setempat sudah sangat bergantung pada ekosistem sungai.
Sungai bukan sekadar jalur transportasi, melainkan urat nadi kehidupan. Nama "Hulu Sungai" mencerminkan rasa hormat masyarakat terhadap sumber air yang menghidupi mereka. Bagi penduduk setempat, hidup di "Hulu" berarti berada di dekat mata air kehidupan dan pusat perdagangan darat yang strategis.
Pembentukan Secara Administratif
Secara resmi, nama Hulu Sungai Utara dikukuhkan melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959. Sebelumnya, wilayah ini merupakan bagian dari Kabupaten Hulu Sungai yang sangat luas. Untuk memudahkan tata kelola pemerintahan, wilayah tersebut dibagi menjadi beberapa kabupaten, termasuk Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. HSU mendapatkan identitas "Utara" karena posisinya yang memang berada di paling utara dibandingkan saudara-saudaranya di kawasan Banua Anam.
Hingga saat ini, Hulu Sungai Utara tetap dikenal sebagai "Negeri di Atas Air" karena sebagian besar wilayahnya merupakan lahan rawa yang luas. Nama tersebut bukan sekadar label peta, melainkan pengingat akan sejarah panjang peradaban sungai yang masih lestari hingga kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber