Selasa, 20 JANUARI 2026 • 10:36 WIB

Gunung Halau-Halau: Lokasi, Jalur Pendakian, dan Pesona Puncak Tertinggi Kalsel

Author

Gunung Halau-Halau, Puncak Tertingi Kalimantan Selatan (Yuri Da)

Menjelajahi Gunung Halau-Halau: Atap Kalimantan Selatan di Jantung Meratus
Bagi para pecinta alam dan pendaki gunung, Kalimantan Selatan tidak hanya menawarkan wisata sungai dan kuliner. Provinsi ini memiliki primadona bagi para petualang sejati, yaitu Gunung Halau-Halau. Menjadi titik tertinggi di Kalimantan Selatan, gunung ini merupakan bagian dari megahnya rangkaian Pegunungan Meratus yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa.

Lokasi dan Aksesibilitas
Gunung Halau-Halau secara administratif terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, dan Tanah Bumbu. Namun, jalur pendakian yang paling umum dan populer dimulai dari Desa Juhu atau Desa Kiyu di Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Untuk mencapai titik awal pendakian, wisatawan biasanya menempuh perjalanan darat sekitar 4 hingga 5 jam dari Kota Banjarmasin menuju Barabai, kemudian dilanjutkan menuju desa terakhir.

Track Pendakian Gunung Halau-Halau (Rizky Saputra)

Jalur Pendakian yang Menantang
Mendaki Gunung Halau-Halau dengan ketinggian 1.901 mdpl membutuhkan fisik yang prima dan mental yang kuat. Berbeda dengan gunung di Pulau Jawa yang memiliki jalur jelas, jalur Halau-Halau didominasi oleh hutan hujan tropis yang lebat, lembap, dan tertutup tajuk pohon.

Pengalaman kebanyakan pendaki, trek di Gunung Halau-Halau ini lumayan landai, namun jangan khawatir sepanjang jalur pendakian semuanya terawat dan terjaga kebersihannya.

Pendakian biasanya memakan waktu 3 hingga 4 hari pulang-pergi. Perjalanan dimulai dengan melewati ladang penduduk, menyeberangi sungai-sungai kecil, hingga masuk ke dalam hutan primer. Salah satu tantangan terbesar bagi pendaki adalah keberadaan pacet dan jalur yang licin terutama saat musim hujan. Namun, rasa lelah akan terbayar dengan suasana hutan yang masih sangat asri dan udara yang sangat bersih.

Puncak Gunung Halau-Halau (Rizky Saputra)

Daya Tarik Utama
Daya tarik utama yang menjadi ikon Gunung Halau-Halau adalah Pohon Kariwaya. Pohon beringin raksasa ini memiliki akar gantung yang sangat besar dan membentuk formasi seperti gerbang atau lorong alami. Pendaki biasanya berhenti di sini untuk berfoto karena bentuknya yang sangat unik dan terkesan mistis namun indah.

Selain itu, saat mencapai puncak, pendaki akan disuguhi pemandangan spektakuler berupa hamparan "samudera awan" yang menyelimuti perbukitan Meratus. Jika cuaca cerah, Anda dapat melihat hijaunya hutan Kalimantan sejauh mata memandang tanpa sekat bangunan sedikit pun.

Sunrise di Puncak Gunung Halau-Halau (Najih M)

Penting untuk Diperhatikan
Gunung Halau-Halau adalah kawasan yang sakral bagi masyarakat suku Dayak Meratus. Oleh karena itu, setiap pendaki wajib menjaga kesopanan, tidak merusak alam, dan sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal agar tidak tersesat sekaligus mendukung ekonomi warga setempat.

 Lokasi trekking yang sangat direkomendasikan, karena trek yang sangat mantap dan cocok untuk yang hobinya hiking. Selain itu sepanjang perjalanan banyak sekali spot dan sungai yang sangat estetik. Jika trekking ke sini jangan lupa bawa perlengkapan yang cukup, tetapi jangan over karena jika kebanyakan beban bawaan bahu dan lutut akan dihajar. Usahakan untuk membawa makanan yang tinggi kalori dan bergizi tinggi. Bulan yang bagus trekking ke Gunung Halau-Halau adalah bulan Juli, Agustus,dan September karena tidak musim hujan sehingga kita bisa menikmati view yang cerah.

Perlu diperhatikan karena banyak sisi yang lumayan curam saat pendakian jadi selalu jaga keselamatan ketika mendaki dan membawa korek/garam di karenakan terkadang ada pacet yg menempel di badan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU