Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 15:13 WIB

Mengenal Pesona Tari Baksa Kembang: Keanggunan Klasik dari Banjar

Author

Tari Baksa Kembang (@rizqaaureliafithrii)

Tari Baksa Kembang merupakan salah satu pusaka budaya tak ternilai dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Tarian ini adalah representasi keanggunan, keramahan, dan kekayaan tradisi Keraton Banjar, yang hingga kini tetap lestari dan menjadi simbol identitas masyarakat Banjar. Sebagai tari klasik, Baksa Kembang memiliki sejarah panjang yang berakar pada lingkungan istana, namun kini telah membaur menjadi milik rakyat, menjadi penanda penyambutan kehormatan dalam berbagai upacara penting. 

👑 Sejarah dan Asal-Usul Tarian Keraton

Kata "Baksa" dipercaya berasal dari kata "beksa" dalam bahasa Jawa yang berarti menari, menunjukkan kaitan historis dengan pengaruh budaya Majapahit yang masuk ke Kalimantan Selatan. Sementara "Kembang" secara harfiah berarti bunga, merujuk pada properti utama dan tema utama tarian ini.

Tari Baksa Kembang dikategorikan sebagai tari klasik Banjar yang lahir dan berkembang di dalam tembok istana Kerajaan Banjar (yang sebelumnya merupakan Kerajaan Negara Dipa dan Negara Daha). Tarian ini awalnya dibawakan oleh putri-putri keraton atau galuh (gadis bangsawan) untuk menghibur keluarga istana dan, yang paling utama, untuk menyambut tamu-tamu agung atau kerabat kerajaan. Pengaruh Hindu-Buddha yang kuat di masa awal Kerajaan Negara Dipa berakulturasi dengan budaya lokal dan kemudian dengan Islam yang dibawa oleh Kesultanan Banjar, menghasilkan bentuk seni yang unik dan bertahan hingga kini.

Tari Baksa Kembang telah ada jauh sebelum masa pemerintahan Sultan Suriansyah, raja pertama Kerajaan Banjar. Seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, tarian ini mulai menyebar ke masyarakat luas, namun fungsi dan nilai-nilai luhurnya tetap terjaga.

💐 Fungsi dan Makna Filosofis

Fungsi utama dari Tari Baksa Kembang adalah sebagai tari penyambutan (tamu kehormatan). Dalam konteks ini, tarian ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah gestur penghormatan yang mendalam dari tuan rumah. Gerakan tari yang lembut, anggun, dan penuh senyum mencerminkan keramahan, ketulusan, dan kesantunan masyarakat Banjar dalam menghargai tamu.

Makna Filosofis yang terkandung dalam tarian ini sangat luhur:

● Keharmonisan: Menggambarkan hubungan yang selaras antara manusia dengan alam dan sesama.

● Kesederhanaan dan Keanggunan: Gerakan yang sederhana namun memukau, mengajarkan hidup yang tenang, rendah hati, dan beretika.

● Rasa Syukur: Melambangkan ungkapan syukur kepada Tuhan atas kehidupan dan keindahan alam sekitar, yang direpresentasikan melalui penggunaan bunga.

● Penghormatan: Inti dari tarian ini adalah nilai mulia dalam menghormati dan menghargai orang lain, terutama tamu.

Tarian ini mengisahkan tentang putri-putri remaja yang sedang bermain riang gembira di taman bunga, memetik bunga-bunga indah, dan merangkainya. Rangkaian bunga tersebut, yang disebut Kembang Bogam, kemudian diserahkan kepada tamu kehormatan sebagai simbol kehormatan dan persahabatan yang tulus.

💃 Busana dan Properti yang Khas

Keindahan Tari Baksa Kembang tidak lepas dari busana dan properti yang dikenakan. Penari Baksa Kembang (biasanya penari tunggal atau ditarikan oleh kelompok dengan jumlah penari ganjil) mengenakan kostum yang gemerlap, cerah, dan kaya ornamen khas Banjar.

1. Properti Utama

● Kembang Bogam: Ini adalah properti yang paling esensial. Kembang Bogam adalah rangkaian dari berbagai jenis bunga segar (seperti mawar, melati, kantil, dan kenanga) yang dibawa oleh penari. Rangkaian bunga inilah yang nantinya diserahkan kepada tamu kehormatan.

● Selendang Layang: Selendang berwarna cerah, seringkali polos, yang dililitkan di pinggang dan dimainkan saat menari, menambah kesan gemulai.

2. Busana dan Aksesori

● Mahkota Gajah Gemuling (Ketopong): Hiasan kepala yang mewah dan khas, menyerupai mahkota.

● Kembang Goyang: Ornamen hiasan kepala yang terbuat dari replika tangkai bunga berwarna emas, menambah kesan semarak pada mahkota.

● Halilipan: Ornamen yang terbuat dari anyaman janur yang menjuntai di belakang sanggul penari. Nama "halilipan" (lipan) melambangkan sifat kerendahan hati karena serangga lipan selalu merayap ke tempat yang rendah.

● Tapih Air Guci: Kain beludru berwarna cerah yang dikenakan sebagai bawahan.

● Kida-kida, Kilat Bahu, Pending, Gelang Belah Paikat, dan Giring-giring: Berbagai aksesori lain yang memperkuat penampilan anggun dan megah.

🎶 Gerak dan Iringan Musik

Gerakan Tari Baksa Kembang dicirikan oleh kesederhanaan, kelembutan, dan keanggunan. Gerakannya didominasi oleh pergerakan tangan dan jari yang luwes, seolah-olah penari sedang membelai atau merangkai bunga. Meskipun gerakannya tidak rumit, paduannya dengan busana yang megah menciptakan visual yang sangat memukau dan anggun. Kelembutan gerakan ini juga mencerminkan sifat lembut masyarakat Banjar.

Tarian ini diiringi oleh seperangkat Gamelan Banjar dengan irama lagu yang sudah baku, yaitu lagu Ayakan dan Janklong (atau Kembang Muni). Iringan musiknya cenderung lembut, harmonis, dan berirama pelan, sangat selaras dengan gerakan penari, menciptakan suasana yang menenangkan dan penuh kedamaian.

Sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh waktu, Tari Baksa Kembang terus menjadi aset berharga Kalimantan Selatan. Ia tidak hanya menjadi tontonan yang indah tetapi juga media yang efektif untuk mewariskan nilai-nilai luhur budaya Banjar kepada generasi penerus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU