Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 10:52 WIB

Meningkatnya Kasus Perundungan di Kalimantan Selatan: Alarm bagi Dunia Pendidikan

Author

Ilustrasi orang yang berkelahi (Pinterest/Kwame)

KALSEL - Di Kalimantan Selatan, fenomena perundungan di lingkungan sekolah telah menjadi ironi yang mengkhawatirkan. Data terkini menunjukkan peningkatan signifikan—dari 7 kasus sepanjang 2024 menjadi 12 kasus hanya dalam paruh pertama 2025 di Kota Banjarmasin saja.

Angka ini hanyalah puncak gunung es, mengingat banyak korban yang masih enggan melapor akibat tekanan psikologis dan rasa takut.

Tren ini tidak hanya terjadi di perkotaan. Laporan Diskominfo Kalsel menyebutkan bahwa dalam rentang Januari–Juli 2023, tercatat 16 kasus perundungan yang melibatkan 87 pelaku siswa, dengan korban mencapai 95,4% dari kalangan pelajar . Jenis perundungan bervariasi, mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying yang kian marak seiring penggunaan media sosial.

Dampak yang Menggores Luka Mendalam

Efek perundungan tidak hanya berhenti pada luka fisik. Korban seringkali mengalami trauma psikologis berkepanjangan, kehilangan kepercayaan diri, hingga keinginan untuk mengakhiri hidup . Seorang ahli psikologi dari Universitas Airlangga menyatakan bahwa tekanan psikologis pada anak dapat mengarah pada keputusan berisiko tinggi dan fatal .

Baca juga:  Dukung Percepatan Program Presiden Prabowo, Wali Kota Eri Cahyadi Bentuk Satgas MBG

Bahkan pelaku dan saksi turut merasakan dampaknya. Pelaku berpotensi tumbuh menjadi individu dengan masalah sosial dan kecenderungan kriminal, sementara saksi dapat mengalami ketakutan serta kecemasan berlebihan.

Upaya Kolaboratif: Dari Pemerintah hingga Masyarakat

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan program BESTY PPA (Bersama Mengedukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak). Program ini mengedepankan pendekatan partisipasi berbasis teman sebaya, melibatkan siswa secara langsung sebagai agen perubahan.

Di tingkat provinsi, UPTD PPA Kalsel telah menyelesaikan 815 kasus sepanjang 2024, dengan mayoritas merupakan kasus perundungan pada anak dan kekerasan seksual . Plt Kepala UPTD PPA Kalsel, Musyridyansyah, menegaskan bahwa tingginya angka pelaporan justru mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak lagi diam terhadap kekerasan.

Baca juga: Pemprov Jatim Tanggung Biaya Perawatan Santri Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny

Langkah preventif juga diambil melalui seminar bagi guru dan orang tua yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta RSJ Sambang Lihum . Selain itu, Polres Barito Kuala mengampanyekan "Rise and Speak: Jadilah Pelopor dan Pelapor" untuk mendorong keberanian melapor dan menciptakan lingkungan sehat tanpa kekerasan.

Peran Penting Sekolah dan Keluarga

Sekolah dituntut untuk lebih proaktif dengan mengaktifkan Satuan Tugas Pencegahan Perundungan yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan orang tua . Muhammad Insanul Kamil, Kasi Kurikulum & Kesiswaan SD Disdik Banjarmasin, menekankan pentingnya satgas ini untuk bergerak cepat menyelesaikan kasus agar tidak berlarut.

Keluarga juga memegang peran kunci. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak, memberikan edukasi tentang empati, dan tidak segan melaporkan jika anak menjadi korban.

Baca juga: Pemkab Situbondo Pastikan Tanggung Biaya Rekonstruksi Rumah Rusak Akibat Gempa

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski berbagai upaya telah dilakukan, tantangan terbesar adalah memastikan keberlanjutan program dan mengubah mindset masyarakat bahwa perundungan adalah hal wajar. Butuh komitmen bersama dari semua pihak—pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat—untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman

Seperti disampaikan Kadis DP3A Banjarmasin Ramadhan, program pencegahan perundungan harus berbasis partisipasi teman sebaya dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan . Hanya dengan kolaborasi nyata, sekolah bebas perundungan bukan sekadar mimpi, tetapi dapat menjadi kenyataan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tribun News, Abdipersadafm.co.id, Diskominfo Kalsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU