Banjarmasin sejak lama dikenal dunia dengan julukan eksotisnya, "Kota Seribu Sungai". Untuk memperkuat identitas geografis dan budaya tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin terus bersolek membenahi kawasan wisatanya. Salah satu mahakarya yang kini menjadi magnet utama wisatawan domestik maupun mancanegara adalah Menara Pandang Banjarmasin.
Berdiri megah di tepi sungai, menara ini bukan sekadar bangunan tinggi, melainkan simbol modernitas yang berpadu mesra dengan kearifan lokal.
Sejarah Singkat dan Peresmian Menara Pandang
Menara Pandang Banjarmasin memiliki catatan sejarah yang penting dalam perkembangan pariwisata Kalimantan Selatan. Destinasi ini diresmikan secara eksklusif pada 24 Juni 2014 oleh Wali Kota Banjarmasin yang menjabat saat itu, H. Muhidin.
Pembangunan menara ini merupakan bagian vital dari proyek megah pengembangan kawasan wisata Siring Sungai Martapura. Pemerintah sengaja merancang area ini sebagai ruang publik yang terintegrasi, sekaligus Landmark ikonik untuk mempertegas pesona Banjarmasin sebagai kota berbasis sungai yang maju tanpa kehilangan jiwanya.
Lokasi dan Alamat Lengkap
Menemukan ikon wisata ini sangatlah mudah karena letaknya yang strategis di pusat kota. Secara administratif, Menara Pandang Banjarmasin beralamat di Jl. Kapten Tendean No. 07, RT 16 / RW 02, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kode Pos 70123.
Akses menuju lokasi sangat bersahabat, baik menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, maupun transportasi air khas Banjar seperti klotok (perahu motor tradisional).
Fasilitas Unggulan untuk Kenyamanan Pengunjung
Menara Pandang dirancang sebagai destinasi wisata ramah keluarga (family-friendly). Oleh karena itu, pengelola telah menyediakan berbagai fasilitas penunjang yang siap memanjakan setiap pengunjung:
Menara Pandang Banjarmasin memiliki beberapa lantai yang bisa dinaiki secara gratis. Dari lantai teratas, pandangan Anda akan dimanjakan oleh lanskap panorama 360 derajat Kota Banjarmasin, aktivitas perahu yang lalu lalang, hingga indahnya kubah Masjid Raya Sabilal Muhtadin dari kejauhan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat menjelang senja (golden hour), ketika lampu-lampu kota mulai menyala dan memantulkan cahaya indah di atas permukaan Sungai Martapura.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://smart.kalselprov.go.id/