Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 APRIL 2026 • 10:45 WIB

Mengenal Konsep Merdeka Belajar dalam Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Mengenal Konsep Merdeka Belajar dalam Pemikiran Ki Hajar DewantaraMengenal Konsep Merdeka Belajar dalam Pemikiran Ki Hajar Dewantara (pinterest)

Pendidikan di Indonesia saat ini tengah gencar mengusung tema Merdeka Belajar. Namun, tahukah Anda bahwa istilah ini bukanlah konsep yang sepenuhnya baru? Akar dari Merdeka Belajar sejatinya telah ditanamkan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara, sejak puluhan tahun silam. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya untuk memerdekakan manusia secara utuh.

Esensi Kemerdekaan dalam Belajar
Menurut Ki Hajar Dewantara, "merdeka" memiliki makna yang dalam. Merdeka tidak hanya berarti terlepas dari perintah atau paksaan, tetapi juga kemampuan untuk memerintah diri sendiri. Dalam konteks pendidikan, Merdeka Belajar adalah kondisi di mana anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya sendiri, baik kodrat alam maupun kodrat zaman.

Ki Hajar menekankan bahwa setiap anak lahir dengan keunikan masing-masing. Pendidikan tidak boleh menjadi alat untuk menyeragamkan pemikiran anak, melainkan menjadi "tuntunan" agar mereka dapat menemukan jalan hidupnya. Belajar haruslah menjadi proses yang membahagiakan, bukan beban yang menghimpit batin siswa.

Konsep Among: Menuntun, Bukan Memaksa
Salah satu pilar utama dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah Sistem Among. Guru diibaratkan sebagai seorang petani yang merawat tanamannya. Seorang petani tidak bisa memaksa benih jagung tumbuh menjadi padi. Yang bisa dilakukan petani adalah memberikan pupuk terbaik, menyirami air yang cukup, dan memastikan tanahnya subur agar jagung tersebut tumbuh menjadi jagung yang berkualitas tinggi.

Begitu pula dengan pendidik. Dalam semangat Merdeka Belajar, peran guru adalah memberikan arah agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Konsep terkenal Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan) menjadi landasan bahwa pendidikan harus berpusat pada murid.

Keseimbangan Budi Pekerti
Merdeka Belajar menurut Ki Hajar Dewantara juga tidak bisa dilepaskan dari pengembangan budi pekerti. Pendidikan harus menyentuh tiga ranah utama manusia: Cipta (pikiran), Rasa (perasaan), dan Karsa (kemauan). Jika ketiga hal ini berkembang secara harmonis, maka akan tercipta Tenaga atau karya yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Pendidikan yang memerdekakan adalah pendidikan yang memanusiakan manusia. Siswa diajak untuk kritis, mandiri, namun tetap memiliki empati dan etika yang kuat. Kemerdekaan belajar memberikan ruang bagi anak untuk berkolaborasi, bereksplorasi, dan berinovasi tanpa rasa takut akan kesalahan.

Merdeka Belajar ala Ki Hajar Dewantara adalah sebuah gerakan untuk mengembalikan martabat anak sebagai subjek pendidikan. Dengan memahami filosofi ini, kita menyadari bahwa tujuan akhir dari sekolah bukanlah sekadar nilai di atas kertas, melainkan terciptanya profil manusia yang selamat dan bahagia. Pendidikan adalah pondasi bagi kemerdekaan bangsa, dan kemerdekaan itu dimulai dari kebebasan berpikir dan berkembang di dalam kelas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Konsep Merdeka Belajar dalam Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!