Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 21 JANUARI 2026 • 10:39 WIB

Tari Baksa Kembang: Mengenal Sejarah dan Keindahan Warisan Budaya Kalimantan Selatan

Tari Baksa Kembang: Mengenal Sejarah dan Keindahan Warisan Budaya Kalimantan SelatanTari Baksa Kembang (by_semestaproject)

Pesona Tari Baksa Kembang: Simbol Keanggunan Budaya Banjar
 Salah satu ikon kesenian yang paling menonjol di Kalimantan Selatan adalah Tari Baksa Kembang. Tarian klasik ini merupakan cerminan kehalusan budi pekerti dan keramahtamahan masyarakat Banjar dalam menyambut tamu kehormatan.

Tari Baksa Kembang ini berasal dari daerah Banjar, Kalimantan Selatan sebagai tarian untuk menyambut tamu. Tari ini biasanya ditarikan oleh wanita, bisa tunggal bisa juga ditarikan oleh beberapa penari wanita.

Sejarah dan Filosofi
Dahulu, Tari Baksa Kembang merupakan tarian sakral yang hanya dipentaskan di lingkungan istana Kerajaan Banjar. Tarian ini diciptakan untuk menyambut tamu-tamu agung atau keluarga kerajaan. Seiring berjalannya waktu, tarian ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas dan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara adat, pernikahan, hingga festival budaya nasional.

Filosofi dari tarian ini terletak pada gerakannya yang lembut dan penuh konsentrasi. Kata "Baksa" merujuk pada kelembutan, sementara "Kembang" melambangkan keindahan. Melalui tarian ini, tuan rumah menyampaikan pesan bahwa mereka menyambut tamu dengan hati yang suci dan penuh suka cita.

Awal mulanya sekira abad 15 sebelum masehi, seorang pangeran bernama Suria Wangsa Gangga di kerajaan Dipa dan Daha di pulau Kalimantan mempunyai seorang kekasih bernama putri Kuripan. Satu peristiwa di waktu yang lain adalah saat putri Kuripan memberikan setangkai bunga teratai merah kepada pangeran. Peristiwa itu merupakan cikal bakal lahir tarian Baksa Kembang di Banjar provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Yurliani Johansyah, pakar tari klasik Banjar. Tari Baksa Kembang ada sejak sebelum pemerintahan Sultan Suriansyah raja pertama Kerajaan Banjar. Tarian ini diciptakan satu masa dengan tari Baksa lainnya, Baksa Dadap, Baksa Lilin, Baksa Panah dan Baksa Tameng pada zaman Hindu sebelum Islam datang.

Tarian Baksa Kembang adalah Tarian untuk menyambut tamu-tamu kehormatan atau kerabat-kerabat kerajaan. Tarian ini juga dilakukan oleh masyarakat umum dalam acara-acara pernikahan atau acara-acara adat. Awalnya tarian ini adalah tarian yang berada di lingkungan kerajaan. Pada satu waktu, kerajaan membuka akses kerajaan bagi masyarakat sehingga kebudayaan di kerajaan terbawa sampai masyarakat umum.

Saat ini, tarian Baksa Kembang masih dipakai acara-acara untuk menyambut tamu-tamu yang dihormati. Baksa memiliki arti kelembutan. Tarian Baksa kembang adalah bentuk kelembutan tuan rumah dalam menyambut tamu yang dihormati.

Dalam penampilannya Tari Baksa Kembang menggunakan sepasang bogam berukuran besar yang kemudian diserahkan kepada tamu kehormatan yang berkunjung ke bumi Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan.

Ciri Khas dan Atribut
Keunikan Tari Baksa Kembang dapat dilihat dari kostum dan properti yang digunakan. Penari biasanya menggunakan pakaian adat Banjar yang didominasi warna kuning emas atau merah, dilengkapi dengan mahkota bernama Gajah Gemuling.

Bagian yang paling ikonik adalah Kembang Bogam, yaitu rangkaian bunga melati, mawar, dan kantil yang dipegang oleh para penari. Di akhir pertunjukan, bunga-bunga ini akan diberikan kepada tamu sebagai simbol penghormatan dan ikatan persaudaraan. Gerakan tariannya yang meliuk-liuk menggambarkan kuncup bunga yang perlahan mekar, menciptakan pemandangan yang sangat estetik.

Upaya Pelestarian di Era Modern
Meskipun zaman terus berganti, Tari Baksa Kembang tetap lestari hingga saat ini. Pemerintah daerah dan komunitas seni di Kalimantan Selatan terus berupaya memperkenalkan tarian ini kepada generasi muda melalui ekstrakurikuler di sekolah maupun sanggar tari lokal. Kehadiran tarian ini dalam ajang pariwisata internasional juga membuktikan bahwa warisan budaya lokal mampu bersaing dan memukau dunia.

Melestarikan Tari Baksa Kembang bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan menjaga jati diri bangsa. Dengan terus mementaskan dan mempelajari maknanya, kita memastikan bahwa keindahan budaya Banjar tidak akan lekang oleh waktu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tari Baksa Kembang: Mengenal Sejarah dan Keindahan Warisan Budaya Kalimantan Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!