Suasana Haul Guru Sekumpul 2025 (@akirbiibo)
Mushola Ar Raudhah di kawasan Sekumpul, Martapura, bukanlah sekadar tempat ibadah biasa. Bagi jutaan umat Muslim, khususnya di Kalimantan Selatan dan seluruh Indonesia, tempat ini adalah pusat spiritual dan saksi bisu keagungan salah satu ulama besar, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul.
Setiap tahun, nama Mushola Ar Raudhah Sekumpul Martapura menjadi sorotan utama, terutama saat acara tahunan Haul Abah Guru Sekumpul digelar. Acara ini menarik jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia, menjadikannya salah satu perkumpulan keagamaan terbesar di Asia Tenggara.
Sejarah Singkat dan Makna
Mushola Ar Raudhah didirikan oleh Abah Guru Sekumpul dan menjadi tempat beliau mengajar serta menyebarkan ilmu agama. Mushola ini juga menjadi kediaman beliau. Kata kunci seperti sejarah Mushola Ar Raudhah Sekumpul dan kediaman Abah Guru Sekumpul sering dicari untuk memahami nilai historis dan spiritual tempat ini.
Setelah wafatnya Abah Guru Sekumpul pada tahun 2005, kompleks ini menjadi tempat peristirahatan terakhir beliau, yang kini dikenal sebagai Makam Abah Guru Sekumpul. Keberadaan makam inilah yang menjadikan Mushola Ar Raudhah sebagai destinasi utama ziarah bagi para pengagum beliau.
Lokasi Strategis dan Arsitektur Khas
Terletak di Martapura, Kabupaten Banjar, lokasi Mushola Ar Raudhah mudah diakses. Walaupun disebut 'mushola', kompleks ini mampu menampung puluhan ribu jamaah, terutama saat pengajian rutin. Arsitekturnya didominasi warna hijau dan putih, mencerminkan ketenangan dan kebersihan.
Saat pelaksanaan Haul, area di sekitar mushola, termasuk jalan-jalan utama di Martapura, akan dipenuhi oleh jamaah. Infrastruktur dan persiapan yang dilakukan masyarakat dan relawan setiap tahun menunjukkan betapa besarnya peran mushola ini bagi komunitas.
Pusat Kegiatan Agama
Selain sebagai lokasi Makam Abah Guru Sekumpul, Ar Raudhah juga menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan, seperti pembacaan maulid dan manaqib. Ribuan jamaah datang setiap hari untuk berziarah, berdoa, dan mengenang keteladanan Abah Guru Sekumpul.
Intinya, Mushola Ar Raudhah Sekumpul bukan hanya bangunan fisik, tetapi merupakan simbol kecintaan umat terhadap sosok Abah Guru Sekumpul dan warisan ilmu yang beliau tinggalkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber