Kamis, 18 JUNI 2026 • 09:01 WIB

Sulap Rawa Jadi Lumbung Pangan: Sukses Besar Panen Padi Apung Inpara 42 di Tapin Kalsel

Author

Sulap Rawa Jadi Lumbung Pangan: Sukses Besar Panen Padi Apung Inpara 42 di Tapin Kalsel (mckalsel)

Membuka Potensi Tersembunyi Lahan Rawa Kalimantan Selatan
Keterbatasan lahan produktif bukan lagi halangan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional. Langkah nyata ini dibuktikan oleh para petani di Desa Margasari Hilir, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin. Melalui inovasi sistem budidaya padi apung, kawasan lahan rawa yang selama ini dinilai penuh tantangan justru berhasil disulap menjadi area pertanian yang sangat produktif.

Keberhasilan inovasi ini dirayakan melalui acara syukuran panen raya yang digelar pada Rabu, 17 Juni 2026. Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor pertanian di Kalimantan Selatan (Kalsel), sekaligus membuktikan bahwa teknologi pertanian adaptif mampu menjawab tantangan iklim dan kondisi geografis setempat.

Produktivitas Tinggi Varietas Inpara 42 di Atas Styrofoam
Salah satu kunci utama di balik kesuksesan panen ini adalah penggunaan varietas padi yang tepat, yaitu Inpara 42. Varietas ini memang dirancang khusus untuk adaptif di lingkungan rawa dan genangan air. Melalui media tanam berbahan dasar styrofoam, padi dapat tumbuh optimal mengikuti fluktuasi ketinggian air tanpa risiko tenggelam atau membusuk.

Berdasarkan data ubinan yang dilakukan di lapangan, produktivitas padi apung ini berhasil menyentuh angka yang sangat menggembirakan:

  • Hasil Ubinan: Mencapai 1,3 kilogram per media styrofoam.
  • Estimasi Produktivitas: Menghasilkan hingga 6,5 ton gabah per hektare.

Angka pencapaian tersebut tergolong tinggi untuk kategori lahan suboptimal. Hal ini menegaskan bahwa dengan pendampingan teknis yang tepat dari para penyuluh lapangan, lahan basah Kalsel memiliki potensi besar sebagai penyangga pangan masa depan.

Kolaborasi Lintas Sektor Demi Ketahanan Pangan
Keberhasilan di Desa Margasari Hilir tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, instansi pertanian, serta kelompok tani setempat. Acara syukuran panen ini dihadiri langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tapin, H. Zainal Abidin, yang hadir mewakili Bupati Tapin.

Turut hadir pula perwakilan dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kalsel, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Muhammad Tri Asmoro, unsur TNI dan Polri, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Masliyana, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang berani mengadopsi teknologi baru ini. Pemerintah berharap keberhasilan di Candi Laras Utara ini dapat menular dan memotivasi kelompok tani di wilayah lain yang memiliki karakteristik lahan serupa.

Suntikan Dana Rp834 Juta untuk Petani Tapin
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung keberlanjutan program ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui DPKP Kalsel menyerahkan bantuan sektor tanaman pangan kepada Kabupaten Tapin dengan nilai total mencapai Rp834 juta.

Bantuan dana stimulan ini dialokasikan untuk:

  • Penyediaan sarana dan prasarana produksi pertanian yang lebih modern.
  • Penguatan kapasitas kelembagaan kelompok tani lokal.
  • Peningkatan kesejahteraan petani melalui program hilirisasi produk.

Dengan adanya dukungan teknologi padi apung dan suntikan anggaran yang masif, Kabupaten Tapin kini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil pangan utama di Kalimantan Selatan yang adaptif dan inovatif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU