Sentra Itik Mahang Baru: Jantung Protein Kalsel yang Dilirik Kemenko Pangan
Ketahanan pangan nasional sering kali diidentikkan dengan hamparan sawah dan produksi padi. Namun, Kalimantan Selatan membuktikan bahwa kemandirian pangan yang tangguh juga lahir dari riuh suara unggas di pekarangan desa. Tepatnya di Desa Mahang Baru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sebuah lokomotif ekonomi baru tengah bergerak melalui sentra peternakan itik rakyat yang tergabung dalam Klaster Jaya Bersama.
Potensi besar inilah yang membawa Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung ke lapangan. Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari monitoring strategis nasional untuk memetakan kawasan swasembada pangan, energi, dan air di Bumi Lambung Mangkurat. Setelah memantau proyek cetak sawah dan hortikultura, sektor peternakan rakyat menjadi destinasi krusial yang tidak boleh dilewatkan.
Fondasi Protein dari Halaman Belakang Desa
Mendampingi kunjungan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menegaskan bahwa kontribusi peternakan rakyat tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, pemenuhan gizi masyarakat harus seimbang antara karbohidrat dan protein hewani.
“Ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari sektor tanaman pangan, tetapi juga dari peternakan rakyat yang setiap hari menyediakan sumber protein hewani bagi masyarakat. Usaha peternakan itik yang berkembang di Desa Mahang Baru menjadi contoh nyata bagaimana sektor peternakan mampu mendukung ketersediaan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian desa,” ujar Suparmi pada Rabu (17/6/2026).
Sentra peternakan di Hulu Sungai Tengah ini telah menjelma menjadi salah satu pilar utama Kalsel dalam menjaga pasokan telur dan daging itik lokal. Selain memastikan kebutuhan nutrisi warga terpenuhi, siklus bisnis di Klaster Jaya Bersama terbukti ampuh membuka lapangan kerja baru dan menjadi sumber penghasilan utama yang menjanjikan bagi masyarakat pedesaan.
Sinergi Pusat dan Daerah Demi Peternak Berdaya
Dalam kunjungan tersebut, momentum hangat tercipta saat Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, berdialog langsung dengan para peternak lokal. Ruang diskusi ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari tantangan pakan, akses permodalan, hingga peluang adopsi teknologi peternakan modern. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang tepat sasaran, memperkuat kelembagaan kelompok tani, dan memperluas jangkauan pasar.
Merespons hal tersebut, Disbunnak Kalsel berkomitmen penuh untuk terus mengawal denyut nadi peternakan rakyat. Pemerintah daerah siap memberikan pendampingan teknis dan pembinaan berkelanjutan agar tata kelola peternakan tradisional bisa naik kelas menjadi lebih higienis, produktif, dan kompetitif di pasar modern.
Menghadapi tantangan global yang kian dinamis, kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan peternak adalah kunci utama. Dengan konsistensi pengelolaan Klaster Jaya Bersama, Kalimantan Selatan tidak hanya optimistis mampu berdaulat secara pangan di tingkat daerah, tetapi juga siap menjadi pemasok protein hewani yang diperhitungkan di panggung nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel