Selasa, 28 APRIL 2026 • 18:03 WIB

Antisipasi Cuaca Panas Madinah: Kiat Sehat Jemaah Haji Kalsel Menjaga Kebugaran di Tanah Suci

Author

Antisipasi Cuaca Panas Madinah: Kiat Sehat Jemaah Haji Kalsel Menjaga Kebugaran di Tanah Suci (https://kalsel.haji.go.id/)

Kondisi iklim di Tanah Suci sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji asal Indonesia, tidak terkecuali bagi jemaah dari Kalimantan Selatan. Memasuki akhir April 2026, suhu di Madinah dilaporkan menyentuh angka 34°C hingga 36°C pada siang hari. Angka ini menuntut kewaspadaan ekstra agar prosesi ibadah tetap berjalan khidmat tanpa gangguan kesehatan yang berarti.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani, memberikan atensi khusus pada fenomena ini. Kunci utama menghadapi sengatan matahari di Madinah bukanlah mengurangi aktivitas secara drastis, melainkan kecerdasan dalam mengelola hidrasi dan ritme tubuh.

Melawan Dehidrasi: Minum Sebelum Haus
Salah satu tantangan klasik di kalangan jemaah, terutama kelompok lansia, adalah keengganan untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup. Ketakutan akan sering buang air kecil kerap menjadi alasan utama mereka membatasi minum. Namun, Dr. H. Eddy Khairani menegaskan bahwa pola pikir ini sangat berisiko.

Kekurangan cairan di tengah suhu di atas 30°C dapat memicu pusing, kelelahan akut, hingga penurunan daya tahan tubuh yang drastis. Jemaah diharapkan tetap disiplin memenuhi kebutuhan cairan minimal dua liter sehari. Sangat disarankan untuk meminum air putih secara rutin dalam porsi kecil namun sering, meskipun tubuh tidak sedang merasakan haus. Disiplin hidrasi ini adalah fondasi agar jemaah tetap bugar hingga puncak haji nantinya.

Proteksi Diri dan Manajemen Aktivitas
Selain faktor internal seperti hidrasi, perlindungan eksternal juga sangat diperlukan. Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat berada di luar ruangan adalah kewajiban yang tidak boleh disepelekan. Payung, topi, kacamata hitam, serta semprotan air untuk wajah dapat membantu menjaga suhu permukaan kulit tetap stabil.

Pihak otoritas juga menyarankan agar jemaah mampu memprioritaskan aktivitas. Jika suhu sedang berada di titik tertinggi pada siang hari, jemaah diimbau untuk membatasi kegiatan di luar ruangan yang bersifat fisik berat. Memanfaatkan waktu istirahat di penginapan dengan kualitas tidur yang baik akan membantu regenerasi energi untuk ibadah di Masjid Nabawi pada waktu-waktu yang lebih teduh, seperti subuh atau malam hari.

Kabar Terkini dari Kloter BDJ 01 dan BDJ 03
Berdasarkan laporan dari petugas Kloter BDJ 01 asal Banjarmasin, H. Hajaji, kondisi jemaah asal Kalimantan Selatan secara umum terpantau sehat dan stabil. Semangat jemaah dalam melaksanakan salat lima waktu dan ibadah sunnah di Masjid Nabawi tetap tinggi. Petugas secara proaktif melakukan pemantauan berkala, khususnya bagi jemaah kategori risiko tinggi (Risti).

Hingga keberangkatan Kloter BDJ 03 asal Kabupaten Tabalong pada Senin malam, tercatat sebanyak 1.079 jemaah dan petugas telah mendarat dengan selamat di Arab Saudi. Keberhasilan pemberangkatan ini menjadi awal yang baik bagi Embarkasi Banjarmasin untuk terus mengawal keselamatan jemaah.

Kerja sama yang solid antara petugas kesehatan dan kedisiplinan jemaah dalam mengikuti edukasi kesehatan adalah kunci keberhasilan ibadah tahun ini. Dengan menjaga pola makan dan tidak memaksakan diri, diharapkan seluruh tamu Allah dari Banua dapat meraih predikat haji mabrur dan kembali ke tanah air dalam kondisi fisik yang prima.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://kalsel.haji.go.id/

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU