Selasa, 28 APRIL 2026 • 15:21 WIB

Sinergi Banua Influencer: Langkah Strategis Dispar Kalsel Perkuat Branding Pariwisata di Era Digital

Author

Sinergi Banua Influencer: Langkah Strategis Dispar Kalsel Perkuat Branding Pariwisata di Era Digital (mckalsel)

Wajah pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan kini memasuki babak baru yang lebih dinamis. Melalui inisiatif bertajuk “Banua Influencer”, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Selatan mengumpulkan puluhan talenta kreatif untuk menyatukan visi dalam membangun citra daerah. Kegiatan yang berlangsung di Banjarmasin pada Selasa, 28 April 2026 ini, menjadi bukti nyata bahwa pemerintah mulai menempatkan konten kreator sebagai mitra strategis dalam pembangunan.

Kolaborasi Digital demi Jangkauan Informasi yang Luas
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, menyadari sepenuhnya bahwa pola konsumsi informasi masyarakat telah bergeser secara total ke arah digital. Kehadiran gawai yang nyaris tidak pernah lepas dari tangan manusia modern menjadi peluang besar bagi pemerintah untuk menyebarluaskan program kerja dan capaian pembangunan secara lebih organik.

Melalui Banua Influencer, pemerintah daerah berupaya memperpendek jarak komunikasi dengan masyarakat. Influencer dianggap memiliki kemampuan unik untuk menerjemahkan bahasa birokrasi yang kaku menjadi konten yang ringan, menarik, dan mudah dipahami oleh lintas generasi. Dengan keterlibatan para kreator lokal, diharapkan potensi pariwisata di pelosok Kalimantan Selatan dapat lebih terekspos hingga ke level internasional.

Menembus Pasar Global dengan Autentisitas
Dunia digital memang menawarkan peluang tanpa batas, namun persaingan di dalamnya sangatlah ketat. Untuk memberikan bekal yang mumpuni, Dispar Kalsel menghadirkan praktisi sukses, Rizky dan Raka (2R). Poin menarik yang muncul dalam diskusi ini adalah ajakan untuk kembali ke nilai-nilai dasar dalam berkarya.

Raka menekankan bahwa di tengah banjir informasi, kejujuran dan autentisitas adalah mata uang yang paling berharga. Kreator Banua didorong untuk tidak sekadar mengejar tren, melainkan menggali ide dari keresahan pribadi atau keunikan lokal yang ada di depan mata. Ide yang lahir dari kejujuran diri sendiri cenderung memiliki daya pikat yang lebih kuat bagi audiens karena terasa lebih nyata dan dekat.

Menghadapi Kecerdasan Buatan dengan Sentuhan Manusia
Isu mengenai Artificial Intelligence (AI) juga menjadi topik hangat dalam pelatihan ini. Di saat banyak orang khawatir teknologi akan menggantikan peran manusia, Rizky justru memberikan pandangan yang optimistis. Baginya, teknologi AI hanyalah sebuah alat bantu untuk mempermudah pekerjaan teknis.

Kemenangan seorang konten kreator di masa depan tetap terletak pada faktor emosional. Konten yang diproduksi dengan melibatkan perasaan, empati, dan kejujuran tidak akan bisa ditiru sepenuhnya oleh mesin. Wisatawan saat ini tidak hanya mencari visual yang indah, tetapi mencari pengalaman dan cerita yang menyentuh emosi mereka. Inilah yang menjadi celah bagi kreator Kalimantan Selatan untuk menumbuhkan industri kreatif yang berdampak nyata bagi daerah.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah, keahlian teknis, dan integritas para kreator, sektor ekonomi kreatif Kalsel diharapkan mampu bertransformasi. Bukan hanya sekadar menjadi penonton di era digital, tetapi menjadi pemeran utama yang mampu membawa nama Banua bersinar di kancah global melalui karya-karya yang jujur dan inspiratif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU