Selasa, 31 MARET 2026 • 16:45 WIB

Transformasi Digital Pertanian Kalsel: Optimalkan SPH-CAWI Demi Akurasi Data Hortikultura

Author

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Hortikultura, Amir Salhan, menyampaikan bahwa selama ini proses pengumpulan data hortikultura masih dilakukan secara manual. (mckalsel)

Digitalisasi Sektor Hortikultura Kalsel: Mewujudkan Satu Data Melalui SPH-CAWI
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus melakukan langkah nyata dalam mempercepat transformasi digital di sektor pertanian. Fokus utama saat ini adalah memodernisasi sistem pengumpulan data hortikultura yang selama ini masih mengandalkan metode manual. Langkah strategis ini dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan aplikasi Statistik Pertanian Hortikultura berbasis Computer-Assisted Web Interviewing (SPH-CAWI).

Meninggalkan Metode Manual Demi Akurasi Tinggi
Selama bertahun-tahun, proses pengumpulan data di lapangan sering kali menghadapi kendala efektivitas. Metode manual tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga memiliki risiko tinggi terhadap kesalahan manusia (human error) yang menyebabkan terjadinya disparitas atau perbedaan data antar instansi.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Amir Salhan, menegaskan bahwa kehadiran SPH-CAWI adalah solusi untuk meningkatkan presisi. Dengan sistem berbasis web, para mantri tani dan penyuluh di kabupaten/kota dapat menginput data secara langsung (online). Hal ini menjamin bahwa data yang masuk ke tingkat provinsi hingga Kementerian Pertanian adalah data yang segar, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mewujudkan Prinsip Satu Data Pertanian
Salah satu tujuan utama dari penerapan SPH-CAWI adalah integrasi informasi. Pemerintah pusat dan daerah sering kali menghadapi tantangan ketika data statistik berbeda dengan data lapangan di dinas terkait. Dengan aplikasi ini, Kalsel berkomitmen mewujudkan prinsip "Satu Data Pertanian".

Melalui sinergi sistem ini, tidak akan ada lagi perbedaan versi data antara pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat. Keseragaman sumber data menjadi kunci utama bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran, terutama dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani.

Tantangan Anggaran dan Fokus Komoditas Strategis
Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi peluncuran luas aplikasi ini. Meskipun demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Amir Salhan mengakui bahwa adanya efisiensi anggaran pada periode 2025 hingga 2026 memberikan dampak pada ruang gerak pengembangan sektor hortikultura di tingkat daerah.

Efisiensi ini menuntut kreativitas dan kerja keras lebih dari para penyuluh. Meski anggaran terbatas, Pemprov Kalsel tetap memprioritaskan pengembangan komoditas strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi daerah. Fokus pengembangan diarahkan pada tanaman bawang, cabai, tanaman hias, serta berbagai buah-buahan unggulan asli Kalimantan Selatan.

Sinergi untuk Masa Depan Pertanian Kalsel
Transformasi digital melalui SPH-CAWI bukan sekadar tentang aplikasi, melainkan tentang perubahan budaya kerja. Edukasi teknis kepada para mantri tani menjadi ujung tombak keberhasilan program ini. Dengan pemahaman teknologi yang mumpuni, diharapkan pengelolaan data hortikultura di Kalsel menjadi lebih transparan dan terintegrasi.

Optimisme tetap tinggi bahwa melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan sinergi antar pemangku kepentingan, produktivitas hortikultura di Kalimantan Selatan akan tetap meningkat, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan nasional di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU