Lomba Bertutur SD/MI 2026 Jadi Panggung Literasi Kreatif di Kalsel (perpuspalnam)
Membangun fondasi literasi pada generasi muda bukan sekadar mengajak mereka untuk mengeja huruf, melainkan menumbuhkan kemampuan untuk memahami, meresapi, dan mengekspresikan nilai-nilai dari sebuah bacaan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel kembali menunjukkan komitmen nyatanya dengan menggelar ajang bergengsi: Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2026.
Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai kompetisi biasa, melainkan sebagai sebuah gerakan masif untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat Banua. Dengan menyasar anak-anak usia sekolah dasar, Dispersip Kalsel berupaya menanamkan kecintaan pada buku melalui pendekatan yang jauh lebih interaktif dan menyenangkan daripada sekadar membaca di dalam kelas.
Transformasi Budaya Baca Melalui Cerita Rakyat dan Kepahlawanan
Tahun ini, tema yang diusung adalah “Menumbuhkan Budaya Baca Anak Melalui Cerita Kepahlawanan dan Legenda Rakyat”. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Legenda rakyat dan kisah kepahlawanan lokal Kalimantan Selatan memiliki kekayaan nilai pendidikan karakter yang luar biasa. Melalui cerita-cerita tersebut, anak-anak diajarkan tentang arti kejujuran, keberanian pantang menyerah, hingga semangat patriotisme.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, menekankan bahwa bertutur adalah jembatan efektif bagi anak untuk mencerna informasi. Ketika seorang anak bersiap untuk lomba bertutur, mereka akan membaca cerita berkali-kali, mendalami emosi tokoh, dan berusaha menyampaikan pesan moralnya kepada audiens. Proses inilah yang secara tidak langsung membentuk kebiasaan membaca yang mendalam (deep reading) pada anak.
Wadah Kepercayaan Diri dan Kreativitas Anak Banua
Selain aspek literasi, Lomba Bertutur 2026 ini menjadi panggung bagi anak-anak untuk mengasah soft skill mereka, terutama rasa percaya diri. Tampil di depan publik untuk bercerita menuntut keberanian yang besar. Dengan adanya wadah ini, anak-anak Banua dilatih untuk mampu berkomunikasi dengan baik, mengatur intonasi suara, hingga menggunakan ekspresi wajah yang tepat.
Sri Mawarni menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, anak tidak hanya sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi penyampai pesan yang kreatif. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.
Informasi Pendaftaran dan Peluang Menuju Tingkat Nasional
Bagi sekolah dan orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, pendaftaran telah dibuka sejak 14 April dan akan berlangsung hingga 5 Juni 2026. Antusiasme masyarakat diharapkan tinggi mengingat ajang ini menawarkan pengalaman yang tidak ternilai harganya. Pelaksanaan lomba sendiri dijadwalkan pada hari Selasa, 30 Juni 2026, yang akan bertempat di Aula Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan.
Daya tarik lomba ini semakin bertambah dengan total hadiah yang cukup besar, yakni Rp16.500.000 sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas anak-anak. Lebih menariknya lagi, juara pertama dalam ajang ini akan mendapatkan tiket emas untuk mewakili Provinsi Kalimantan Selatan di ajang serupa pada tingkat nasional.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua, Lomba Bertutur SD/MI 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan literasi di Kalimantan Selatan. Mari kita dukung anak-anak kita untuk terus membaca, bertutur, dan menjadi kebanggaan Banua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@perpuspalnam