Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi menjadi momentum spesial bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Melalui inovasi layanan yang menyentuh sisi emosional pengunjung, Dispersip Kalsel menghadirkan program unik bertajuk Bincang Pemustaka di Bulan Ramadan atau yang populer disingkat dengan sebutan Baper.
Menghidupkan Suasana Literasi di Perpustakaan Palnam dan Tendean
Program Baper ini didesain khusus untuk menemani waktu ngabuburit para pecinta buku di dua lokasi utama, yakni Perpustakaan Palnam dan Perpustakaan Tendean yang berlokasi di Jalan Kapten Piere Tendean, Kota Banjarmasin. Berbeda dengan layanan formal biasanya, kegiatan ini dikemas dengan konsep berbagi cerita dan tanya jawab yang santai antara pustakawan dan pengunjung.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Adethia Hailina, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar bincang biasa. Melalui dialog dua arah tersebut, pihak perpustakaan ingin menggali lebih dalam mengenai preferensi pengunjung, mulai dari motivasi mereka datang ke perpustakaan di sela ibadah puasa hingga jenis literatur yang paling banyak dicari dan dibutuhkan saat ini.
Apresiasi Buku Gratis untuk Pemustaka
Salah satu daya tarik utama dari program Baper adalah adanya apresiasi nyata bagi para pengunjung yang aktif. Sebagai bentuk rasa syukur dan semangat berbagi di bulan penuh berkah, Dispersip Kalsel menyiapkan hadiah berupa buku gratis bagi pemustaka terpilih yang bersedia berpartisipasi dalam sesi bincang tersebut.
Pihak pengelola telah menyiapkan kuota sekitar lima hingga sepuluh buku setiap pekannya untuk dibagikan secara cuma-cuma. Langkah ini diharapkan dapat mempererat ikatan antara penyedia layanan literasi dengan masyarakat, sekaligus memberikan motivasi tambahan agar minat baca tetap terjaga meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Komitmen Layanan yang Lebih Responsif
Data dan informasi yang dihimpun selama sesi Baper akan menjadi fondasi penting bagi Dispersip Kalsel dalam menyusun strategi pelayanan ke depan. Dengan memahami kebutuhan riil pemustaka, perpustakaan diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih responsif dan relevan dengan gaya hidup masyarakat modern di Kalimantan Selatan.
Melalui program Baper, perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai deretan rak buku yang sunyi, melainkan menjadi wadah interaksi sosial yang hangat dan inspiratif selama bulan suci Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel