Upaya Disdikbud Kalsel Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK dan Serapan Kerja 2026 (pinterest)
Strategi Disdikbud Kalsel Perkuat Kualitas Lulusan SMK di Tahun 2026
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan terus bergerak maju dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Fokus utama saat ini diarahkan pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banua agar memiliki daya saing tinggi di pasar kerja nasional maupun internasional.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kalsel, Firna Arsika, menegaskan bahwa komitmen ini merupakan respons terhadap evaluasi dari Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (Dudika). Meski secara teknis lulusan SMK sudah mumpuni, masih terdapat aspek kebekerjaan yang perlu diperkuat.
Fokus Penguatan Karakter dan Etika Kerja
Berdasarkan penilaian dari para mitra industri, poin utama yang perlu ditingkatkan adalah disiplin, etos kerja, budaya kerja, serta etika profesional. Menanggapi hal tersebut, Disdikbud Kalsel telah menyiapkan langkah konkret.
Pada triwulan kedua tahun 2026, Disdikbud akan menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk melakukan sosialisasi peningkatan kapasitas peserta didik. Program ini dirancang secara bertahap guna memastikan siswa SMK tidak hanya unggul dalam hardskill, tetapi juga memiliki mentalitas yang sesuai dengan standar dunia kerja modern.
Kolaborasi Strategis dan Peluang Kerja Luar Negeri
Selain penguatan internal, Disdikbud Kalsel juga aktif mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam memperluas peluang kerja bagi lulusan SMK hingga ke mancanegara. Seluruh SMK, baik negeri maupun swasta di Kalimantan Selatan, kini telah difasilitasi untuk mengusulkan program-program yang relevan dengan kebutuhan pasar global.
Langkah ini dibarengi dengan evaluasi pola kerja sama antara sekolah dan Dudika. Tujuannya adalah menciptakan skema kemitraan yang lebih efektif dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Perda TJSLP: Payung Hukum Sinergi Industri
Satu langkah terobosan yang sedang digarap adalah penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Dalam proses ini, Disdikbud berkolaborasi dengan Bappeda dan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Pemotda).
Firna menjelaskan bahwa regulasi saat ini dirasa belum spesifik menyentuh kebutuhan pendidikan vokasi. Dengan adanya Perda TJSLP, diharapkan muncul payung hukum yang kuat untuk mengintegrasikan kontribusi perusahaan (CSR) dengan kebutuhan sekolah. Hal ini mencakup penyediaan alat praktik yang mutakhir hingga pembukaan jalur rekrutmen khusus bagi lulusan SMK setempat.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Banua
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap tingkat serapan tenaga kerja lulusan SMK akan meningkat secara signifikan. Tingkat kepuasan dunia industri terhadap kualitas lulusan juga menjadi indikator keberhasilan utama dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan.
Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar kebijakan ini dapat terimplementasi secara nyata, demi mencetak generasi muda Banua yang kompeten, berkarakter, dan siap kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel