Bulan Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi menjadi momentum bagi masyarakat Kalimantan Selatan untuk meningkatkan aktivitas yang bermanfaat. Alih-alih hanya berdiam diri menunggu waktu berbuka, warga Banjarmasin justru terlihat antusias mendatangi pusat-pusat literasi. Salah satu titik yang paling ramai dikunjungi adalah Perpustakaan Palnam yang berlokasi strategis di Jalan A. Yani Kilometer 6, Banjarmasin.
Menjadikan Perpustakaan sebagai Destinasi Ngabuburit
Tren "ngabuburit produktif" kini semakin digemari, terutama oleh kalangan muda. Perpustakaan bukan lagi dianggap sebagai tempat yang membosankan, melainkan ruang publik yang menawarkan kenyamanan maksimal di tengah cuaca panas saat berpuasa.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, mengungkapkan bahwa grafik kunjungan ke Perpustakaan Palnam maupun Perpustakaan Tendean tetap menunjukkan angka yang stabil dan cenderung ramai. Menariknya, dominasi pengunjung berasal dari sektor pendidikan. Pelajar dan mahasiswa memanfaatkan fasilitas ini sebagai markas untuk menuntaskan tugas-tugas akademik mereka dalam suasana yang tenang dan kondusif.
Fasilitas Lengkap dan Suasana Sejuk
Kenyamanan menjadi faktor kunci mengapa masyarakat betah berlama-lama di sini. Syifa Oktaviani Hermawan, salah satu pengunjung setia dari Banjarmasin, berbagi pengalamannya bahwa perpustakaan adalah tempat singgah terbaik sembari menunggu jadwal kuliah sekaligus menanti azan magrib.
Fasilitas yang ditawarkan memang sangat mendukung, mulai dari ruangan yang luas, udara yang sejuk (full AC), hingga kebersihan yang selalu terjaga. Selain itu, kelengkapan koleksi buku menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta buku. Salah satu genre yang paling diminati adalah fiksi dan sastra, seperti novel-novel populer bertema sosial yang memperkaya wawasan pengunjung selama menjalankan ibadah puasa.
Penyesuaian Jam Operasional Selama Ramadan
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Perpustakaan Palnam atau Tendean, penting untuk mencatat penyesuaian jam layanan selama bulan Ramadan 2026:
Dengan jadwal yang fleksibel tersebut, masyarakat tetap memiliki waktu yang cukup untuk meminjam buku, membaca di tempat, atau sekadar melakukan riset kecil. Kehadiran perpustakaan di tengah hiruk pikuk Ramadan membuktikan bahwa budaya literasi di Kalimantan Selatan terus bertumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel