Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 05 MARET 2026 • 06:00 WIB

Wajah Baru Kebun Raya Banua 2026: Akses Jalan Mulus dan Jembatan Penghubung Segera Rampung

Wajah Baru Kebun Raya Banua 2026: Akses Jalan Mulus dan Jembatan Penghubung Segera RampungWajah Baru Kebun Raya Banua 2026: Akses Jalan Mulus dan Jembatan Penghubung Segera Rampung (mckalsel)

Destinasi wisata edukasi favorit masyarakat Kalimantan Selatan, Kebun Raya Banua, kini tampil semakin menawan dengan serangkaian pembenahan fasilitas yang signifikan. Memasuki tahun 2026, UPTD Kebun Raya Banua menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi para pengunjung yang ingin menikmati kekayaan flora khas Kalimantan.

Transformasi Akses: Dari Batu Kerikil ke Aspal Mulus
Perubahan paling mencolok yang dirasakan pengunjung saat ini adalah kualitas jalur transportasi di dalam kawasan kebun. Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sukses menuntaskan program pengaspalan jalan pada tahun 2025 lalu. Sebelumnya, jalur utama di dalam kawasan masih didominasi oleh batu kerikil yang seringkali menyulitkan pergerakan kendaraan maupun pejalan kaki.

Dengan terselesaikannya pengaspalan ini, kenyamanan pengunjung meningkat drastis. Jalan yang kini sudah halus tidak hanya meminimalisir debu saat musim kemarau, tetapi juga menjamin keamanan aksesibilitas bagi keluarga yang membawa kereta bayi atau lansia yang ingin berkeliling menikmati udara segar di paru-paru hijau Banjarbaru ini.

Jembatan Baru: Konektivitas Tanpa Batas di Area Utama
Tidak berhenti pada pengaspalan, proyek mercusuar di tahun 2026 adalah penyelesaian jembatan penghubung yang sangat dinantikan. Selama ini, tata letak area parkir dan gerbang utama menjadi salah satu tantangan bagi pengunjung. Pengunjung yang menempatkan kendaraannya di area parkir bagian belakang seringkali harus keluar dari kawasan terlebih dahulu hanya untuk masuk kembali melalui pintu utama.

Pembangunan jembatan ini dirancang untuk memangkas jalur yang berliku tersebut. Nantinya, area parkir akan terkoneksi langsung dengan area utama kebun raya tanpa perlu melalui prosedur keluar-masuk gerbang yang melelahkan. Kehadiran jembatan ini diprediksi akan mengubah alur kunjungan menjadi lebih efisien dan terintegrasi.

Membuka Potensi Wisata yang Tersembunyi
Selain mempermudah mobilitas, infrastruktur jembatan ini membawa misi penting dalam pengembangan area. Selama ini, terdapat beberapa zona kawasan dan koleksi tanaman yang kurang terjamah oleh wisatawan karena keterbatasan akses jalan kaki di sekitar embung. Dengan adanya konektivitas baru, potensi spot-spot estetik dan edukatif yang sebelumnya tersembunyi akan semakin terbuka lebar bagi publik.

Pihak pengelola optimis bahwa dengan fasilitas yang lebih memadai, Kebun Raya Banua dapat lebih maksimal menjalankan fungsinya sebagai:

  • Wadah konservasi tanaman endemik Kalimantan Selatan yang terancam punah.
  • Destinasi wisata edukasi bagi siswa dan peneliti yang ingin belajar botani secara langsung.
  • Ruang terbuka hijau (RTH) yang menyegarkan bagi warga kota.

Pembangunan yang berkelanjutan ini terus mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Rahmat Maidiyanto berharap seluruh proses pengerjaan berjalan lancar sehingga sebelum penutupan tahun 2026, masyarakat sudah bisa menikmati fasilitas jembatan penghubung tersebut secara utuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Kalsel

BERITA TERBARU

Wajah Baru Kebun Raya Banua 2026: Akses Jalan Mulus dan Jembatan Penghubung Segera Rampung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!