Tugu Nol Kilometer Kalsel (mckalsel)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kini sedang mempercepat proses finalisasi salah satu struktur monumental di Banua, yakni Tugu Nol Kilometer (0 KM). Proyek yang diproyeksikan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat ini sedang memasuki fase krusial sebelum benar-benar dibuka untuk umum dan dioperasionalkan secara resmi.
Fokus pada Penyempurnaan Teknis dan Estetika
Berdasarkan keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel, saat ini fokus utama pekerjaan terletak pada tahap pemeliharaan serta penyempurnaan akhir. Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menjelaskan bahwa aspek estetika malam hari menjadi perhatian serius melalui pengaturan ulang sistem pencahayaan atau lighting.
Langkah ini diambil agar tampilan visual tugu tetap optimal dan menonjol saat hari mulai gelap. Selain sistem penerangan, perbaikan juga menyasar fasilitas pendukung lainnya. Salah satu kendala yang sempat muncul adalah kerusakan pada tangki air (water tank) akibat tindakan pencurian besi, namun pihak dinas telah bergerak cepat melakukan penggantian sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
Target Rampung Sebelum Hari Raya
Meskipun pengerjaan yang tersisa dikategorikan sebagai perbaikan ringan dan penyetelan sistem, terdapat sedikit tantangan teknis pada bagian instalasi kelistrikan. Hal ini membuat target penyelesaian yang awalnya dipatok sebelum memasuki bulan Ramadan sedikit bergeser.
Pemerintah daerah kini optimis bahwa seluruh kendala teknis dapat teratasi dalam waktu dekat. Harapan besarnya, seluruh pengerjaan fisik dan sistem kelistrikan Tugu 0 KM dapat rampung sepenuhnya sebelum Hari Raya Idul Fitri mendatang. Kecepatan pengerjaan ini tetap mengedepankan kualitas agar fasilitas yang ada benar-benar siap saat diserahkan kepada pengguna.
Skema Pengelolaan dan Operasional Masa Depan
Setelah proses teknis selesai, tanggung jawab pengelolaan tugu akan diserahkan kepada Biro Umum Setda Provinsi Kalsel. Terkait mekanisme operasional ke depan, Pemerintah Provinsi masih mempertimbangkan beberapa opsi strategis demi menjaga keberlanjutan ikon wisata ini.
Skema pengelolaan dapat melibatkan pihak ketiga, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), atau dikelola secara langsung oleh pemerintah provinsi. Penentuan pengelola yang tepat dinilai sangat krusial untuk memastikan aspek keamanan, kebersihan, serta perawatan fasilitas jangka panjang terjaga dengan baik. Dengan pengelolaan yang matang, Tugu 0 KM diharapkan tidak hanya menjadi spot foto menarik, tetapi juga menjadi pusat aktivitas publik yang tertib dan membanggakan bagi Kalimantan Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Kalsel