Wisata Sejarah Kalsel: Jejak Masa Lalu yang Masih Terjaga
Kalimantan Selatan,sebuah provinsi yang menyimpan kekayaan sejarah yang luar biasa. Wisata sejarah Kalsel menawarkan perjalanan melintasi waktu, mulai dari kejayaan kerajaan Hindu-Buddha, masa kesultanan Islam, hingga jejak kolonialisme Belanda yang masih berdiri kokoh. Simak ulasan wisata sejarah Kalsel yang bisa kita kunjungi berikut ini :
Menelusuri Akar Budaya di Candi Agung Amuntai
Candi Agung diperkirakan telah berusia 740 tahun. Bahan material Candi Agung ini didominasi oleh batu dan kayu yang masih sangat kokoh. Tiket masuk uuntuk dewasa Rp 5000 dan untuk anak-anak 3000.
Kompleks Candi Agung ini berada di tengah hutan kota Amuntai. Lokasi mudah diakses dan menjadi obyek wisata andalan Amuntai. Candi tersebut tersisa struktur bagian bawah yang kini terlindungi bangunan cungkup. Terdapat juga sisa struktur tiang gapura serta tiang tempat sekarang pengunjung mandi. Lokasi hutan kota ini masih banyak dihuni oleh kera ekor panjang. Untuk berkeliling di danaunya terdapat deck yang memutari danau candi Agung. Untuk mendapatkan informasi dan edukasi tentang situs candi Agung dapat masuk ke museumnya gratis.
Saksi Bisu Kesultanan di Makam Sultan Suriansyah
Masjid Sultan Suriansyah memang merupakan salah satu masjid bersejarah dan tertua di Kalimantan Selatan, Indonesia. Masjid ini memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi, serta menjadi simbol penting bagi masyarakat setempat.
Masjid Sultan Suriansyah memiliki sejarah yang kaya dan terkait erat dengan Kerajaan Banjar. Masjid ini dibangun pada abad ke-17 dan menjadi salah satu simbol penyebaran Islam di Kalimantan Selatan. Sultan Suriansyah sendiri adalah seorang sultan yang berpengaruh dalam sejarah Banjar.
Masjid Sultan Suriansyah memiliki beberapa keunikan, seperti:
1. Arsitektur yang unik, perpaduan antara gaya Banjar dan Islam.
2. Bangunan utama masjid masih asli sejak abad ke-17.
3. Masjid ini memiliki makna sejarah yang dalam bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Selain itu, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi yang populer di Kalimantan Selatan.
Arsitektur Masjid Sultan Suriansyah memiliki perpaduan gaya Banjar dan Islam, dengan atap yang khas dan ukiran kayu yang indah. Masjid ini juga memiliki menara yang menjadi simbol penyebaran Islam di Kalimantan Selatan.
Selain itu, masjid ini juga memiliki beberapa benda peninggalan sejarah, seperti mimbar dan bedug yang berusia ratusan tahun.
Di Masjid Sultan Suriansyah, kamu bisa melihat beberapa benda peninggalan sejarah, seperti:
1. Mimbar kayu yang berusia ratusan tahun dengan ukiran yang indah.
2. Bedug yang digunakan sebagai alat musik tradisional untuk memanggil jemaah.
3. Beberapa benda lainnya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Benda-benda ini menjadi bukti kekayaan sejarah dan budaya Masjid Sultan Suriansyah.
Pusat Pengetahuan di Museum Lambung Mangkurat
Bagi wisatawan yang ingin memahami sejarah Kalsel secara menyeluruh dalam satu tempat, Museum Lambung Mangkurat di Kota Banjarbaru adalah destinasi wajib. Museum ini menyimpan ribuan koleksi artefak, mulai dari pakaian adat, senjata tradisional, hingga replika singgasana kerajaan. Arsitekturnya yang menyerupai rumah panggung tradisional Banjar membuatnya sangat menarik secara visual. Museum ini menjadi jembatan edukasi bagi generasi muda untuk mengenal jati diri bangsa.
Museum Lambung Mangkurat ini menjadi tempat rekreasi yang cukup menarik karena selain tempatnya yg bagus untuk selfie tetapi juga dapat mengedukasi kita tentang peninggalan- peninggalan dan sejarah kerajaan banjar dari mulai peninggalan suku asli kalimantan, sejarah kerajaan nan sarunai sampai berdirinya kerajaan banjar. Jika kita lapar ataupun haus kita dapat membeli makanan didepan gerbang pintu masuk disana banyak menyediakan makanan dan minuman mulai dari pentol dan tahu, bakso dan pop ice serta makanan lainnya disana juga sudah disediakan bangku dan karpet bagi yg ingin makan ditempat sembari bersantai menikmati angin sepoi- sepoi.
Benteng Madang: Simbol Perlawanan Rakyat
Benteng Madang, salah satu saksi bisu terjadi Perang Banjar yang dipimpin Pangeran Antasari. Benteng yang menjadi situs cagar budaya ini memiliki sejarah yang unik. Mulai dari dibangun dengan kayu madang, menjadi tempat persembunyian pejuang kita dulu, menjadi benteng pertahanan, hingga berkali-kali gagal diserang oleh penjajah Belanda. Kalian bisa membaca sejarahnya di plakat yang tertera di depan Benteng Madang.
Selain menjadi tempat wisata sejarah, bisa juga menjadi tempat hiking tipis-tipis bagi kamu yang baru mendaki gunung. Setelah menaiki ±400 anak tangga, kita akan sampai di puncak.
Lokasi Benteng Madang ada di Desa Madang, Kec. Padang Batung, Kab. Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Menjaga kelestarian wisata sejarah Kalsel adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan mengunjungi situs-situs ini, kita tidak hanya belajar tentang masa lalu, tetapi juga menghargai warisan budaya yang membentuk identitas kita hari ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber