Jumat, 02 JANUARI 2026 • 12:30 WIB

Mengapa Banjir Kalsel Semakin Parah? Simak Analisis Walhi Terkait Kerusakan Ekologis 2026

Author

Mengapa Banjir Kalsel Semakin Parah? Simak Analisis Walhi Terkait Kerusakan Ekologis 2026 (pinterest)

Banjir besar kembali merendam sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan pada awal tahun 2026. Alih-alih mereda, frekuensi dan intensitas bencana ini justru terlihat semakin parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan menyoroti bahwa fenomena ini bukanlah sekadar faktor cuaca ekstrem, melainkan akumulasi dari kerusakan ekologis yang masif.

Menurut analisis Walhi, penyebab utama krisis ini adalah menyusutnya luas tutupan hutan secara drastis di wilayah hulu. Alih fungsi lahan hutan menjadi kawasan pertambangan batubara dan perkebunan monokultur skala besar telah menghilangkan kemampuan tanah untuk menyerap air hujan secara alami. Ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur, air langsung mengalir ke daerah aliran sungai (DAS) yang kini juga mengalami pendangkalan parah akibat sedimentasi tambang.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang tidak berbasis mitigasi bencana turut memperburuk keadaan. Walhi menekankan bahwa banyak wilayah serapan air di daerah hilir yang kini berganti menjadi kawasan permukiman dan industri tanpa sistem drainase yang memadai. Hal ini menyebabkan air terjebak dan merendam pemukiman warga dalam waktu yang lebih lama.

Krisis iklim global di tahun 2026 juga menjadi faktor penguat. Anomali cuaca menyebabkan curah hujan yang tidak terprediksi, namun dampaknya menjadi berkali-kali lipat lebih mematikan karena daya dukung lingkungan Kalsel yang sudah mencapai titik kritis. Tanpa adanya evaluasi total terhadap izin industri ekstraktif dan langkah reboisasi yang nyata, banjir tahunan di Bumi Lambung Mangkurat diprediksi akan terus menjadi ancaman permanen bagi keselamatan warga.

Masyarakat kini menuntut langkah konkret dari pemerintah untuk melakukan pemulihan lingkungan secara sistematis, bukan sekadar memberikan bantuan logistik saat bencana tiba. Jika perbaikan ekosistem tidak segera dilakukan, Kalsel terancam kehilangan ruang hidup yang aman di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU