Di kalangan umat Islam Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan, sosok Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai ulama kharismatik yang karisma dan dakwahnya telah menyentuh jutaan hati. Namun, di balik julukan yang sangat populer tersebut, tersimpan nama asli yang penuh makna dan mencerminkan garis keturunan seorang ulama besar.
Nama Lengkap yang Melegenda
Nama asli dan lengkap dari Abah Guru Sekumpul adalah KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari.
- Muhammad Zaini: Ini adalah nama beliau yang paling dikenal dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan keulamaan.
- Bin Abdul Ghani: Merujuk kepada nama ayahnya, Abdul Ghani, menunjukkan silsilah keturunan yang kuat.
- Al-Banjari: Merupakan nisbah atau gelar yang menunjukkan asal usul beliau dari daerah Banjar (Martapura), Kalimantan Selatan.
Beliau dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 H) di Desa Tunggul Irang Seberang, Martapura.
Nama Kecil: Qusyairi
Menariknya, sebelum dikenal dengan nama Muhammad Zaini, beliau sempat memiliki nama kecil yang unik, yaitu Qusyairi.
Menurut beberapa riwayat, beliau sendiri yang kemudian meminta agar namanya diganti menjadi Muhammad Zaini. Pergantian nama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup beliau yang sejak kecil telah menunjukkan tanda-tanda keistimewaan dan kecintaan yang mendalam terhadap ilmu agama.
Julukan Populer: Abah Guru Sekumpul
Lalu, dari mana julukan "Abah Guru Sekumpul" berasal?
- Guru: Sebutan ini adalah bentuk penghormatan masyarakat Banjar kepada beliau sebagai seorang ulama dan pengajar ilmu agama yang mendalam.
- Abah: Berasal dari bahasa Banjar yang berarti Ayah atau bapak, mencerminkan kedekatan emosional dan peran beliau sebagai sosok panutan yang mengayomi umat.
- Sekumpul: Julukan ini diambil dari nama daerah tempat beliau bermukim dan menyelenggarakan majelis taklimnya yang sangat besar, yaitu di kompleks Sekumpul, Martapura.
Julukan "Abah Guru Sekumpul" pun menjadi nama yang paling melekat dan dikenang oleh jemaah dari berbagai penjuru, melampaui nama resminya.
Mengenal nama asli KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari adalah langkah awal untuk menelusuri biografi dan meneladani kemuliaan beliau, yang merupakan keturunan kedelapan dari ulama besar Banjar, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kelampayan).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber