Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 15:03 WIB

Mengenal Suku Banjar dan Keberagaman Etnis di Kalimantan Selatan

Author

Suku Banjar (@seciorina)

Kalimantan Selatan (Kalsel) adalah provinsi yang kaya akan sejarah dan keragaman budaya. Wilayah yang dikenal dengan julukan "Bumi Lambung Mangkurat" ini didiami oleh berbagai kelompok etnis, baik suku asli maupun suku pendatang. Namun, di antara semua suku yang ada, Suku Banjar adalah kelompok etnis yang paling dominan dan menjadi identitas utama dari provinsi ini. 

Suku Banjar: Pilar Utama Identitas Kalsel

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, populasi Suku Banjar di Kalimantan Selatan mencapai lebih dari 2,6 juta jiwa, menjadikannya kelompok etnis terbesar. Suku Banjar, atau yang sering disebut Urang Banjar, tersebar hampir di seluruh kawasan Kalsel, mulai dari wilayah pesisir hingga ke pedalaman.

Asal-Usul dan Asimilasi Budaya

Suku Banjar bukanlah kelompok etnis tunggal, melainkan merupakan hasil percampuran atau asimilasi dari beberapa suku Dayak di pedalaman (seperti Dayak Bukit/Meratus, Dayak Maanyan, Dayak Lawangan, dan Dayak Ngaju) yang kemudian banyak dipengaruhi oleh budaya Melayu dan Jawa. Sebagian besar masyarakat Banjar adalah keturunan Dayak yang telah memeluk agama Islam sejak berdirinya Kesultanan Banjar, sehingga identitas Banjar sangat erat kaitannya dengan agama Islam.

Pembentukan Suku Banjar secara historis terbagi menjadi beberapa sub-etnis berdasarkan wilayah, yaitu:

● Banjar Pahuluan: Hasil percampuran Melayu dan Dayak Bukit.

● Banjar Batang Banyu: Hasil asimilasi Melayu, Maanyan, Lawangan, Bukit, dan Jawa.

● Banjar Kuala: Hasil asimilasi dari berbagai komunitas seperti Ngaju, Melayu, Bugis-Makassar, Jawa, Arab, dan Cina Muslim.

🕌 Kekayaan Budaya Banjar

Suku Banjar terkenal sebagai pedagang ulung, perajin, dan pelaut yang andal. Filsafat hidup mereka didasarkan pada dua prinsip utama, yaitu Baiman (meyakini adanya Tuhan dan menjalankan rukun Islam) dan Bauntung (memiliki keterampilan hidup dan senantiasa bekerja keras).

Warisan budaya Banjar sangat kaya, meliputi:

● Rumah Adat: Rumah Banjar, dengan jenis yang paling terkenal adalah Bubungan Tinggi.

● Seni Pertunjukan: Seni teater tradisional Mamanda, musik tradisional Panting (alat musik petik mirip gambus), dan musik Gamelan Banjar.

● Tradisi Lisan: Puisi rakyat Madihin dan tradisi bertutur Lamut.

● Kuliner Khas: Soto Banjar dan Sate Banjar.

⛰️ Suku Dayak: Penjaga Pedalaman dan Pegunungan

Meskipun mayoritas penduduk adalah Suku Banjar, Kalimantan Selatan juga merupakan rumah bagi berbagai kelompok Suku Dayak yang merupakan suku asli Pulau Kalimantan. Mereka umumnya mendiami wilayah pedalaman dan pegunungan, seperti Pegunungan Meratus.

Dayak Meratus (Dayak Bukit)

Kelompok Dayak yang paling signifikan di Kalsel adalah Dayak Meratus atau yang dikenal juga sebagai Dayak Bukit. Mereka mendiami kawasan Pegunungan Meratus dan seringkali dianggap sebagai nenek moyang dari Suku Banjar. Mereka memegang teguh kepercayaan tradisional yang dikenal sebagai Kaharingan. Upacara adat yang dikenal luas di kalangan masyarakat Dayak adalah Balian, yang dilakukan untuk penyembuhan sakit atau saat terjadi musibah besar.

Suku Dayak Lain

Selain Dayak Meratus, terdapat sub-suku Dayak lain yang mendiami Kalsel, di antaranya:

● Dayak Bakumpai: Umumnya menetap di sepanjang Sungai Barito.

● Dayak Maanyan dan Lawangan: Sebagian kecil juga menetap di Kalsel.

● Suku Dayak Pitap: Menetap di sekitar tepian Sungai Pitap, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan terkenal menggunakan rakit sebagai alat transportasi utama.

⛵ Suku Pendatang dan Keberagaman Lain

Kalimantan Selatan juga merupakan pertemuan berbagai suku pendatang yang turut memperkaya mozaik budayanya. Suku-suku ini sebagian besar datang melalui jalur perdagangan laut.

● Suku Jawa: Merupakan suku pendatang terbesar kedua setelah Banjar, banyak yang datang melalui program transmigrasi.

● Suku Bugis: Terutama menetap di wilayah pesisir, seperti Suku Bugis Pagatan di Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka dikenal sebagai pelaut dan pedagang yang ulung.

● Suku Madura, Mandar, Melayu, Tionghoa, dan Arab Keturunan: Juga menjadi bagian dari komposisi etnis di Kalsel, berkontribusi pada dinamika sosial dan ekonomi di wilayah perkotaan seperti Banjarmasin dan sekitarnya.

Keberadaan berbagai suku ini, dengan Suku Banjar sebagai yang paling dominan, menciptakan corak budaya yang unik dan harmonis di Kalimantan Selatan. Masyarakat Kalsel menjunjung tinggi etika kehidupan sehari-hari yang disebut Badingsanak, yang mengandung makna kesatuan hubungan kekeluargaan di antara sesama penduduk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU