Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 JUNI 2026 • 16:33 WIB

Pesona Rumah Jomblo Banjarbaru: Kisah Unik di Balik Ikon Wisata Gunung Kupang

Pesona Rumah Jomblo Banjarbaru: Kisah Unik di Balik Ikon Wisata Gunung KupangPesona Rumah Jomblo Banjarbaru: Kisah Unik di Balik Ikon Wisata Gunung Kupang (https://smart.kalselprov.go.id/)

Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan selalu punya cara unik untuk memikat hati para pelancong. Salah satu destinasi yang sempat viral dan terus mengundang rasa penasaran adalah Rumah Jomblo. Terletak di kawasan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, bangunan kayu sederhana ini berdiri mencolok di atas sebuah gundukan tanah yang tinggi. Namun, di balik penampilannya yang tidak biasa, ada sejarah menarik tentang bagaimana sebuah pondok sementara bertransformasi menjadi salah satu ikon wisata paling ikonik di Banjarbaru.

Berawal dari Pondok Pekerja Proyek
Banyak yang mengira Rumah Jomblo sengaja dibangun demi kebutuhan estetika media sosial. Faktanya, sejarah mencatat kisah yang jauh lebih praktis. Sekitar tahun 2008, kawasan Gunung Kupang mulai dilirik oleh pengembang untuk dijadikan area perumahan. Guna mendukung kelancaran proyek, para pekerja membangun sebuah pondok kayu sederhana. Fungsinya sangat mendasar: sebagai tempat beristirahat, menyimpan peralatan, dan berteduh dari terik matahari maupun hujan selama proses pembangunan berlangsung.

Saat itu, kondisi topografi di sekitarnya masih berupa perbukitan tanah merah yang luas. Pondok tersebut berdiri sejajar dengan permukaan tanah asli, sama seperti bangunan-bangunan proyek pada umumnya.

Fenomena Pengerukan Tanah yang Mengubah Segalanya
Perubahan drastis terjadi setelah proyek perumahan di sekitarnya selesai atau sempat terhenti. Pihak pengembang mulai melakukan pengerukan dan pengambilan komoditas tanah merah di kawasan tersebut dalam skala besar. Menariknya, entah karena alasan teknis atau legalitas lahan, area tepat di bawah pondok kayu tersebut sama sekali tidak disentuh oleh alat berat.

Akibat pengerukan masif di sekelilingnya, permukaan tanah di sekitarnya turun drastis hingga beberapa meter. Proses ekskavasi ini menyisakan satu titik tanah murni yang menjulang tinggi, dengan pondok kayu asli tahun 2008 tetap kokoh berdiri di puncaknya. Secara visual, rumah tersebut mendadak berada di atas sebuah bukit kecil yang terisolasi dari area sekitarnya.

Mengapa Disebut "Rumah Jomblo"?
Julukan "Rumah Jomblo" lahir secara organik dari masyarakat sekitar dan para pengguna media sosial. Melihat posisinya yang berdiri sendirian di atas gundukan tanah tanpa ada tetangga atau bangunan lain yang menemani, masyarakat mulai berseloroh bahwa rumah ini sedang "menjomblo" dalam kesendiriannya.

Kombinasi antara struktur kayu yang tampak rapuh namun bertahan di puncak gundukan curam menciptakan kontras visual yang sangat dramatis. Efek visual inilah yang menarik perhatian para pemburu foto. Dalam waktu singkat, foto-foto lanskap Rumah Jomblo dengan latar belakang langit senja yang luas menyebar di internet, menjadikannya destinasi favorit baru bagi para pencinta fotografi dan anak muda yang mencari latar belakang estetik. Meskipun sempat mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem beberapa tahun lalu, daya tarik cerita dan bentuknya yang unik tetap membekas di ingatan masyarakat.

Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Banjarbaru, singgah ke kawasan Cempaka untuk menyaksikan sisa-sisa keunikan geologis dan arsitektural ini adalah pengalaman yang sayang untuk dilewatkan. Rumah Jomblo Gunung Kupang menjadi bukti nyata bagaimana sebuah ketidaksengajaan konstruksi mampu melahirkan warisan visual yang melegenda di Kalimantan Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Https://smart.kalselprov.go.id/

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pesona Rumah Jomblo Banjarbaru: Kisah Unik di Balik Ikon Wisata Gunung Kupang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!