Kalimantan Selatan (Kalsel) secara geografis memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta maritim Indonesia. Berbatasan langsung dengan Laut Jawa, provinsi ini menjadi gerbang utama pergerakan logistik dan komoditas untuk wilayah Kalimantan bagian tengah dan timur. Sebagai pusat konektivitas maritim yang vital, Kalsel mengandalkan jalur laut untuk menggerakkan roda perekonomiannya, terutama dalam distribusi hasil bumi seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet.
Aktivitas bongkar muat yang tinggi mencerminkan betapa pentingnya infrastruktur perairan di wilayah ini. Berikut adalah deretan pelabuhan tersibuk di Kalsel yang memegang peranan krusial sebagai urat nadi ekonomi daerah dan nasional.
1. Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin
Berbicara tentang pelabuhan di Kalimantan Selatan tidak bisa lepas dari Pelabuhan Trisakti. Terletak di Ibu Kota Provinsi, Banjarmasin, pelabuhan ini merupakan pelabuhan kelas utama dan yang terbesar di Kalsel. Pelabuhan Trisakti melayani arus keluar masuk barang umum, peti kemas, hingga penumpang antar-pulau.
Sebagai pintu gerbang utama, pelabuhan ini beroperasi 24 jam sehari untuk melayani kapal-kapal kontainer besar yang membawa kebutuhan pokok dari Pulau Jawa. Intensitas lalu lintas laut di sini sangat padat, menjadikannya salah satu motor penggerak inflasi dan stabilitas ekonomi di bumi Lambung Mangkurat.
2. Pelabuhan Satui, Tanah Bumbu
Bergeser ke arah tenggara, terdapat Pelabuhan Satui yang terletak di Kabupaten Tanah Bumbu. Berbeda dengan Trisakti yang didominasi oleh peti kemas dan barang konsumsi, Pelabuhan Satui merupakan pelabuhan khusus yang sangat sibuk dengan aktivitas pengapalan batu bara.
Ratusan tongkang batu bara hilir mudik di kawasan ini setiap bulannya. Pelabuhan ini menjadi titik kumpul komoditas tambang sebelum dikirim ke berbagai pembangkit listrik di Pulau Jawa dan Bali, maupun diekspor ke luar negeri seperti China dan India. Keberadaan pelabuhan ini menjadikannya salah satu titik penyumbang devisa terbesar dari sektor maritim Kalsel.
3. Pelabuhan Kotabaru (Stagen dan Mekar Putih)
Kabupaten Kotabaru yang berbentuk kepulauan memiliki potensi maritim yang luar biasa. Pelabuhan Stagen dan Terminal Khusus Mekar Putih adalah dua titik tersibuk di kawasan ini. Pelabuhan Stagen melayani konektivitas logistik lokal dan penumpang, sementara Mekar Putih terkenal sebagai Coal Terminal berstandar internasional.
Mekar Putih memiliki kedalaman laut yang ideal, memungkinkan kapal-kapal kargo berukuran raksasa (Capesize) untuk bersandar langsung tanpa perlu melalui proses transshipment di tengah laut. Hal ini membuat efisiensi pengiriman komoditas dari Kalsel meningkat drastis.
4. Pelabuhan Batulicin, Tanah Bumbu
Pelabuhan Batulicin tidak hanya sibuk dengan aktivitas industri, tetapi juga menjadi pusat konektivitas penyeberangan (feri) yang menghubungkan daratan Kalimantan dengan Pulau Laut (Kotabaru) serta Sulawesi. Selain melayani penumpang dan kendaraan, Batulicin juga berkembang pesat sebagai pelabuhan pendukung Kawasan Industri Batulicin (KIB) yang melayani distribusi minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya.
Menatap Masa Depan Maritim Kalsel
Tingginya aktivitas di deretan pelabuhan tersebut menegaskan bahwa Kalimantan Selatan adalah raksasa maritim yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Pemerintah daerah bersama PT Pelindo terus melakukan modernisasi fasilitas, mulai dari pengerukan alur ambang Sungai Barito agar bisa dilalui kapal lebih besar, hingga digitalisasi sistem pelayanan manifest barang.
Dengan terus ditingkatkannya kapasitas pelabuhan-pelabuhan ini, Kalsel tidak hanya siap mempertahankan posisinya sebagai pusat konektivitas maritim, tetapi juga siap menyongsong peran baru sebagai salah satu daerah penyangga logistik utama untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber